Pasal 26
BAB 4 — PENYELENGGARAAN PELAYANAN PERIZINAN BERUSAHA DI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
(1) Menteri dan Kepala melakukan pengawasan atas: a. pemenuhan Komitmen Perizinan Berusaha; b. pemenuhan kewajiban Pelaku Usaha; dan/atau c. usaha dan/atau kegiatan operasional yang telah mendapatkan Perizinan Berusaha, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (2) Pengawasan yang dilakukan oleh Menteri dan Kepala sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan oleh Unit Kerja sesuai dengan kewenangannya. (3) Pengawasan yang dilakukan oleh Menteri dan Kepala sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c dilakukan oleh Unit Teknis yang melakukan pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (4) Dalam hal hasil pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdapat ketidaksesuaian atau penyimpangan, Unit Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau Unit Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (5) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), terdiri atas: a. peringatan; b. penghentian sementara kegiatan berusaha melalui pembekuan Perizinan Berusaha;
c. pengenaan denda administratif; dan/atau d. pencabutan Perizinan Berusaha, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (6) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b dan huruf d disampaikan melalui SIPERDAG yang terintegrasi dengan sistem OSS.
