Pasal 33
BAB 3 — PESAWAT ANGKAT
(1) Tali kawat baja harus: a. mempunyai faktor keamanan paling sedikit 5 (lima) kali beban maksimum; b. diberi pelumas yang tidak mengandung asam atau alkali; dan c. diperiksa pada waktu pemasangan pertama, setiap kali sebelum dioperasikan, dan satu kali dalam seminggu. (2) Pengurangan ukuran diameter tali kawat baja tidak boleh melebihi 5% (lima persen) dari diameter semula. (3) Tali kawat baja dilarang: a. memiliki sambungan, disimpul, atau dibelit; b. digunakan jika tertekuk, kusut, berjumbai, atau terkelupas; c. digunakan jika terdapat aus atau karat (deformasi) sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
- 12% (dua belas persen) untuk tali kawat baja konstruksi pilinan 6x7 (enam kali tujuh) pada panjang 50 cm (lima puluh sentimeter);
- untuk tali kawat baja khusus:
a) 12% (dua belas persen) untuk tali kawat baja seal pada panjang 50 cm (lima puluh sentimeter); dan b) 15% (lima belas persen) untuk tali kawat baja lilitan potongan segi tiga pada panjang 50 cm (lima puluh sentimeter). d. digunakan jika mengalami kawat putus untuk tali kawat baja yang konstruksi pilinannya lebih besar atau sama dengan 6x19 (enam kali sembilan belas) dengan ketentuan:
- lebih besar atau sama dengan 4 (empat) kawat dalam 1 (satu) strand dan/atau lebih besar sama dengan 12 (dua belas) kawat yang terdistribusi dalam beberapa strand untuk Pesawat Angkat jenis keran angkat tetap; dan
- lebih besar atau sama dengan 3 (tiga) kawat dalam 1 (satu) strand dan/atau lebih besar sama dengan 6 (enam) kawat yang terdistribusi dalam beberapa strand untuk Pesawat Angkat jenis keran angkat berpindah.
