PERMENAKER
Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2020 tentang KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PESAWAT ANGKAT DAN...
Pasal 131
BAB 5 — ALAT BANTU ANGKAT DAN ANGKUT
(1) Sling tali kawat baja (wire rope sling) harus: a. mempunyai faktor keamanan paling sedikit 5 (lima); dan b. dibuat pada kedua ujung dengan cara diklem, dipres dengan soket dan dianyam (splice). (2) Pengurangan ukuran diameter sling tali kawat baja (wire rope sling) tidak boleh melebihi 5% (lima persen) dari diameter semula.
(3) Sling tali kawat baja (wire rope sling) dilarang disimpul dan dibelit. (4) Sling tali kawat baja (wire rope sling) dilarang digunakan apabila: a. tertekuk, kusut, berjumbai dan terkelupas; b. terdapat aus atau karat (deformasi) sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:
- 12% (dua belas persen) untuk tali kawat baja dengan konstruksi pilinan 6 x 7 (enam kali tujuh) pada panjang 50 cm (lima puluh sentimeter);
- Untuk sling tali kawat baja (wire rope sling) khusus: a) 12% (dua belas persen) untuk tali kawat baja seal pada panjang 50 cm (lima puluh sentimeter); b) 15% (lima belas persen) untuk tali kawat baja lilitan potongan segi tiga pada panjang 50 cm (lima puluh sentimeter). c. mengalami kawat putus untuk tali kawat baja yang konstruksi pilinannya lebih besar atau sama dengan 6 x 19 (enam kali sembilan belas) dengan ketentuan lebih besar atau sama dengan 5 (lima) kawat dalam 1 (satu) strand dan/atau lebih besar atau sama dengan 10 (sepuluh) kawat yang terdistribusi dalam beberapa strand untuk Pesawat Angkat jenis keran angkat dengan landasan berpindah; d. temperatur di atas 204oC (dua ratus empat derajat celcius) dan di bawah -40oC (minus empat puluh derajat celsius); dan e. terjadi kerusakan pada soket dan klem.
