Pasal 17
BAB 2 — STANDAR PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN AGAMA
(1) Standar penilaian pembelajaran MKA merupakan kriteria minimal mengenai penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan Capaian Pembelajaran MKA. (2) Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. prinsip penilaian; b. teknik dan instrumen penilaian; c. mekanisme dan prosedur penilaian; d. pelaksanaan penilaian; e. pelaporan penilaian; dan f. kelulusan mahasiswa. (3) Prinsip penilaian pembelajaran MKA memenuhi prinsip edukatif, otentik, obyektif, akuntabel, holistik, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.
(4) Teknik penilaian pembelajaran MKA paling sedikit meliputi: a. observasi; b. partisipasi; c. unjuk kerja; d. tes tertulis; e. tes lisan; dan f. angket. (5) Instrumen penilaian pembelajaran MKA paling sedikit meliputi: a. penilaian proses dalam bentuk lembar observasi rubrik; dan/atau b. penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain. (6) Penilaian pembelajaran MKA dilakukan dengan tahapan: a. menyusun, menyampaikan, menyepakati tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian antara penilai dan yang dinilai sesuai dengan rencana pembelajaran; b. melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang memuat prinsip penilaian; c. memberikan umpan balik dan kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian kepada mahasiswa; dan d. mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa secara akuntabel dan transparan.
