Pasal 33
BAB 4 — PENGANGKATAN PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA
(1) Dalam melaksanakan anggaran pendapatan pada Satker, Menteri dapat mengangkat Bendahara Penerimaan sesuai dengan kebutuhan. (2) Untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja pada Kementerian Agama, Menteri mengangkat Bendahara Pengeluaran di setiap Satker. (3) Pengangkatan Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Satker atas nama Menteri Agama. (4) Pengangkatan Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran tidak terikat periode tahun anggaran. (5) Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran tidak dapat dirangkap oleh KPA, PPK atau PPSPM. (6) Dalam hal Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran dipindahtugaskan/pensiun/diberhentikan dari jabatannya/
berhalangan sementara, Kepala Satker MENETAPKAN pejabat pengganti sebagai Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran. (7) Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran yang dipindahtugaskan/pensiun/diberhentikan dari jabatannya/ berhalangan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (6) harus menyelesaikan seluruh administrasi keuangan yang menjadi tanggung jawabnya pada saat menjadi Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran. (8) Kepala Satker menyampaikan surat keputusan pengangkatan dan spesimen tanda tangan Bendahara Penerimaan/Bendahara Pengeluaran kepada: a. Kepala KPPN selaku Kuasa BUN; dan b. Pejabat Perbendaharaan Negara lainnya di lingkungan Satker yang bersangkutan.
