Pasal 13
BAB 3 — TATA CARA PENYELESAIAN PERMOHONAN
(1) Permohonan pelepasan Kawasan HPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 diajukan kepada: a. Menteri melalui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk permohonan penggunaan yang bersifat komersial. b. Menteri untuk permohonan selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (2) Permohonan pelepasan HPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, pemohon menyerahkan berkas permohonan kepada petugas Kantor (Front Oficer/FO) Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Koordinasi Penanaman Modal (FO PTSP BKPM). (3) Petugas FO PTSP BKPM menerima berkas permohonan dan memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan dan meneruskan berkas permohonan kepada Pejabat Liaison Officer (LO) Kementerian yang bertugas PTSP BKPM. (4) Pejabat LO Kementerian dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) hari kerja setelah menerima kelengkapan persyaratan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) melakukan penilaian kesesuaian kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis, dan dalam hal: a. tidak lengkap, Pejabat LO Kementerian mengembalikan berkas permohonan kepada pemohon; b. tidak sesuai, Pejabat LO Kementerian menerbitkan surat penolakan dan mengembalikan berkas permohonan melalui Tata Usaha BKPM; c. telah sesuai, Pejabat LO Kementerian menyampaikan surat pengantar dan meneruskan berkas permohonan kepada Direktur melalui Tata Usaha BKPM.
(5) Direktur dalam jangka waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja setelah menerima berkas dari Pejabat LO Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c, melakukan penelaahan teknis. (6) Berdasarkan hasil telaahan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (4): a. apabila tidak memenuhi ketentuan teknis, Direktur Jenderal atas nama Menteri menyampaikan penolakan kepada pemohon, dalam hal permohonan pelepasan Kawasan HPK yang bersifat non komersial; b. apabila tidak memenuhi ketentuan teknis, Direktur Jenderal menyampaikan telaahan teknis penolakan kepada Sekretaris Jenderal, dalam hal permohonan pelepasan Kawasan HPK yang bersifat komersial; c. apabila memenuhi ketentuan teknis, Direktur Jenderal menyampaikan telaahan teknis dan usulan pelepasan Kawasan HPK serta peta lampirannya kepada Sekretaris Jenderal. (7) Sekretaris Jenderal dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja setelah menerima telaahan teknis dan usulan pelepasan Kawasan HPK serta peta lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b, dan huruf c melakukan penelaahan hukum dan menyiapkan surat penolakan atau konsep Keputusan Pelepasan Kawasan HPK, untuk: a. permohonan pelepasan HPK yang bersifat non komersial disampaikan ke Menteri; b. permohonan pelepasan HPK yang bersifat komersial disampaikan ke Menteri untuk mendapat persetujuan. (8) Menteri dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah menerima konsep surat penolakan atau konsep Keputusan Pelepasan Kawasan HPK dan peta lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a menandatangani surat penolakan atau Keputusan Pelepasan Kawasan HPK dan peta lampirannya.
(9) Berdasarkan persetujuan Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf b, Sekretaris Jenderal meneruskan konsep surat penolakan atau konsep Keputusan Pelepasan Kawasan HPK dan peta lampirannya kepada Kepala BKPM. (10) Kepala BKPM dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah menerima konsep surat penolakan atau konsep Keputusan Pelepasan Kawasan HPK dan peta lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (8) menandatangani surat penolakan atau Keputusan Pelepasan Kawasan HPK dan peta lampirannya.
