Pasal 21
BAB 4 — PENYUSUNAN
(1) Rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian dilaksanakan oleh tim panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. (2) Rapat panitia antar kementerian dan/atau antarnonkementerian dipimpin oleh ketua tim. (3) Dalam hal ketua tim berhalangan, rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian
dipimpin oleh pejabat eselon 1 atau pejabat eselon 2 yang ditunjuk. (4) Rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian menitikberatkan pembahasan pada permasalahan yang bersifat prinsipil mengenai: a. pokok pikiran; b. lingkup atau objek yang akan diatur; c. jangkauan; d. arah pengaturan; dan e. harmonisasi konsepsi. (5) Hasil rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian berupa: a. rancangan UNDANG-UNDANG; dan b. berita acara hasil rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian, yang telah diparaf oleh pejabat perwakilan kementerian/lembaga yang menjadi anggota tim panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian. (6) Rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara daring dan/atau luring.
