Pasal 3
(1) Importir wajib memiliki NIB yang berlaku sebagai API. (2) NIB yang berlaku sebagai API sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. Angka Pengenal Importir Umum (API-U); dan b. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P). (3) Importir hanya dapat memilih NIB yang berlaku sebagai API-U atau NIB yang berlaku sebagai API-P. (4) NIB yang berlaku sebagai API-U sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a hanya diberikan kepada Importir yang melakukan Impor Barang tertentu untuk tujuan diperdagangkan. (5) NIB yang berlaku sebagai API-P sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b hanya diberikan kepada Importir yang melakukan Impor Barang tertentu untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, Bahan Baku, Bahan Penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi. (6) Barang yang diimpor sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain. (7) Ketentuan larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dikecualikan terhadap Barang berupa Bahan Baku dan/atau Bahan Penolong sisa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (8) Dalam hal terjadi perubahan jenis NIB yang berlaku sebagai API sebagaimana dimaksud pada ayat (3), NIB yang berlaku sebagai API sebelumnya dan Perizinan Berusaha di bidang Impor yang telah diterbitkan dinyatakan tidak berlaku.
