Pasal 43
BAB 3 — PENYELENGGARAAN PERHIJBUNGAN DARAT
Usaha angkutan sungai yang melay ani lintas Kabupaten/Kota di wilayah propinsi dilakukan oleh Warga Negara INDONESIA, Badan Hukum lndonesia berbentuk Perseroan Terbatas, Badarr Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah atau Koperasi yang didirikan khusus untuk usaha itu. Usaha angkutan penyeberangan yang melayani lirrtas Kabupaten/Kota di wilayah propinsi dilakukan oleh Badan Hukum lndonesia berbentuk Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik l{egara, Badan Usaha Milit( Daerah atau Koperasi yang didirikan khusus untuk usaha itu. Untuk dapat melakukan usaha angkutan sungai dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) wajib memiliki izin usaha, izin trayek dan atau izin operasi. (1) (2) (1) (2) (3) (1) \z) (3)
ri/ (5) / A \ \ J l (4) (1) (2) lzin usaha, izin trayek dan atau izirr operasi sebagaimana dimaksucl dalam ayat (3) diberikan oleh Gubernur yang dilaksanakan oleh Dinas. Tata cara pemberian izin usaha, izin trayek dan atau izin operasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur cJan Citetapkan ctengan Keputusan G ubernur. Pemberian izin usaha, izin trayek cian atau izin cperasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dikenakan retribusi yang diatur dalam peraturan daerah tersendiri. Parag raf 6 Kapal clan Awak Kapal
