Pasal 25
(1) Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b terdiri atas: a. jaringan kabel; b. jaringan nirkabel; dan c. jaringan informatika. (2) Jaringan kabel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. pengembangan jaringan kabel berupa pengembangan sistem prasarana jaringan kabel serat optik dan pembangunan saluran serat optik bersama di seluruh Kabupaten/ Kota; b. jaringan kabel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) direncanakan sudah melayani seluruh ibukota Kecamatan; dan c. pembangunan jaringan kabel diarahkan terpadu dengan pembangunan jaringan prasarana lainnya, khususnya dalam waktu pelaksanaan pembangunan. (3) Jaringan nirkabel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. pengembangan cakupan dan kualitas layanan melalui pengaturan lokasi dan ketentuan teknis layanan jaringan nirkabel; dan b. mengarahkan penataan dan pengaturan menara telekomunikasi bersama. (4) Jaringan informatika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berupa pengembangan jaringan layanan internet pada fasilitas umum di Ibukota Kabupaten/Kota.
Diantara Pasal 26 dan Pasal 27 disisipkan 3 (tiga) pasal yaitu Pasal 26A, Pasal 26B dan Pasal 26C sebagai berikut: Pasal 26 A Sistem jaringan sumberdaya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c meliputi: a. sumber air; dan b. prasarana sumber air. Pasal 26 B (1) Sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 A huruf a terdiri atas: a. air permukaan; dan b. air tanah dalam CAT; dan (2) Air permukaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas: a. Sungai, meliputi:
WS lintas provinsi meliputi: a) WS Progo Opak Serang; b) WS Bengawan Solo; c) WS Cimanuk Cisanggarung; dan d) WS Citanduy,
WS lintas Kabupaten/kota meliputi: a) WS Serayu Bogowonto; b) WS Jratunseluna; c) WS Pemali Comal; dan d) WS Bodri Kuto;
sungai dalam Kabupaten/kota WS Wiso Gelis dan WS Karimunjawa di Kabupaten Jepara. b. Danau, berupa Danau Rawa Pening
c. Waduk, meliputi:Waduk Matenggeng;
Waduk Kedongombo;
Waduk Sempor;
Waduk Penjalin;
Waduk Malahayu;
Waduk Cacaban;
Waduk Mrica (Panglima Besar Jend. Sudirman);
Waduk Wadaslintang;
Waduk Wonogiri;
Waduk Cengklik;
Waduk Bade;
Waduk Pidekso;
Waduk Gondang;
Waduk Seloromo/ Gembong;
Waduk Gunungrowo;
Waduk Jatibarang;
Waduk Randugunting;
Waduk Logung;
Waduk Jragung;
Waduk Bener;
Waduk Rawapening;
Waduk Bantarbolang;
Waduk Jlantah; dan
Waduk Tempuran;
Waduk Greneng;
Waduk Lodan Wetan;
Waduk Banyukuwung;
Waduk Nglagon;
Waduk Simo;
Waduk Butak
Waduk Sanggeh;
Waduk Krisak;
Waduk Plumpon;
Waduk Songputri;
Waduk Parangjoho;
Waduk Kedungguling;
Waduk Nawangan;
Waduk Ngancar;
Waduk Lalung;
Waduk Delingan;
Waduk Gebyar;
Waduk Kembangan;
Waduk Botok;
Waduk Ketro;
Waduk Blimbing;
Waduk Brambang;
Waduk Jombor;
Waduk Mulur;
Waduk Panohan;
Waduk Bodri;
Waduk Dolog;
Waduk Bantarkawung;
Waduk Bentarsari;
Waduk Grawan;
Waduk Karanganyar;
Waduk Wisnu;
Waduk jatinegara;
Waduk Pasuruan (Magelang); dan
Lokasi lainnya yang ditetapkan Peraturan Perundang-undangan. d. Embung, meliputi
pembuatan embung-embung di setiap kabupaten/kota untuk kebutuhan air baku, pertanian dan pengendalian banjir; dan
konservasi embung-embung eksisting yang ada di wilayah Provinsi. e. mata air, meliputi seluruh mata air yang ada di Kabupaten/ Kota. (3) Air tanah dalam CAT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berada di: a. CAT Majenang; b. CAT Sidareja; c. CAT Nusa Kambangan; d. CAT Cilacap; e. CAT Kroya; f. CAT Banyumudal; g. CAT Purwokerto – Purbalingga; h. CAT Kebumen - Purworejo; i. CAT Wonosobo; j. CAT Magelang – Temanggung; k. CAT Karanganyar - Boyolali; l. CAT Ngawi-Ponorogo; m. CAT Wonosari; n. CAT Eromoko; o. CAT Semarang – Demak; p. CAT Randublatung; q. CAT Watuputih; r. CAT Lasem; s. CAT Pati – Rembang; t. CAT Kudus; u. CAT Jepara; v. CAT Ungaran; w. CAT Sumowono; x. CAT Rawapening; y. CAT Salatiga; z. CAT Kendal;
aa. CAT Subah;
bb. CAT Karang Kobar;
cc. CAT Pekalongan – Pemalang;
dd. CAT Tegal – Brebes; dan
ee. CAT Bumiayu.
Pasal 26 C
(1) Prasarana sumber air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 A huruf b
terdiri atas.
a. jaringan irigasi;
b. jaringan air baku; dan
c. prasarana penanggulangan rob dan banjir.
(2) Jaringan irigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. peningkatan jaringan irigasi teknis di semua Kabupaten/Kota untuk
memenuhi luasan lahan pertanian pangan berkelanjutan;
b. pembangunan irigasi dari air tanah pada kawasan yang sulit
dijangkau oleh irigasi teknis; dan
c. pembangunan waduk sebagai upaya untuk meningkatkan suplai air
pada jaringan irigasi teknis.
(3) Jaringan air baku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b,
meliputi:
a. pembangunan jaringan air bersih perpipaan di kawasan perkotaan
dan perdesaan; dan
b. pembangunan bendungan di sungai-sungai yang potensial sebagai
upaya memperbanyak tampungan air bagi keperluan cadangan air
baku.
(4) Prasarana penanggulangan rob dan banjir sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c dilakukan dengan rekayasa teknis meliputi:
a. Kabupaten Cilacap;
b. Kabupaten Kebumen;
c. Kabupaten Purworejo;
d. Kabupaten Rembang;
e. Kabupaten Pati;
f. Kabupaten Jepara;
g. Kabupaten Demak;
h. Kota Semarang;
i. Kabupaten Kendal;
j. Kabupaten Batang;
k. Kota Pekalongan;
l. Kabupaten Pekalongan;
m. Kabupaten Pemalang;
n. Kabupaten Tegal;
o. Kota Tegal; dan
p. Kabupaten Brebes.
- Ketentuan Pasal 27 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
