Pasal 23
(1) Jaringan transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat
(1) huruf b meliputi:
a. pelabuhan umum;
b. pelabuhan khusus/ terminal khusus; dan
c. pelabuhan perikanan.
(2) Pelabuhan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a,
meliputi:
a. pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Tanjung Emas di Kota Semarang.
b. Pelabuhan pengumpul meliputi:
Tanjung Intan di Kabupaten Cilacap;
Pelabuhan Tegal di Kota Tegal;
Pelabuhan Rembang/ Sluke di Kabupaten Rembang;
Pelabuhan Juwana di Kabupaten Pati;
Pelabuhan Batang di Kabupaten Batang; dan
Pelabuhan Tanjung Intan sebagaimana dimaksud pada angka (1) diusulkan sebagai Pelabuhan Utama. c. Pelabuhan pengumpan regional meliputi :
Pelabuhan Kendal di Kabupaten Kendal;
Pelabuhan Jepara di Kabupaten Jepara;
Pelabuhan Karimunjawa di Kabupaten Jepara;
Pelabuhan Legon Bajak di Kabupaten Jepara;
Pelabuhan Tasik Agung di Kabupaten Rembang;
Pelabuhan Pekalongan di Kota Pekalongan;
Pelabuhan Pemalang di Kabupaten Pemalang;
Pelabuhan Brebes di Kabupaten Brebes;
Pelabuhan Kendal sebagaimana angka 1 diusulkan sebagai pelabuhan pengumpul. d. Pelabuhan pengumpan lokal meliputi:
Pelabuhan Celong, Pelabuhan Roban, dan Pelabuhan Seklayu di Kabupaten Batang;
Pelabuhan Losari di Kabupaten Brebes;
Pelabuhan Bunton dan Pelabuhan Tegalkamulyan di Kabupaten Cilacap;
Pelabuhan Morodemak di Kabupaten Demak;
Pelabuhan Bangsri, Pelabuhan Desa Kamujan, Pelabuhan Kelet dan Pelabuhan Kartini di Kabupaten Jepara;
Pelabuhan Wiradesa di Kabupaten Pekalongan; dan
Pelabuhan Jongortegalsari dan Pelabuhan Larangan di Kabupaten Tegal. e. Pelabuhan penyeberangan meliputi:
Kabupaten Cilacap;
Kabupaten Wonogiri;
Kabupaten Kendal; dan
Kabupaten Jepara. f. peningkatan dan penurunan status pelabuhan ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan-undangan. (3) Pelabuhan khusus/ terminal khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. (4) Pelabuhan perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri atas: a. Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) berupa Pelabuhan Perikanan Cilacap berada di Kabupaten Cilacap b. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) meliputi:
Pelabuhan Perikanan Pekalongan di Kota Pekalongan
Pelabuhan Perikanan Tasikagung di Kabupaten Rembang; c. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), meliputi:
Pelabuhan Perikanan Klidang Lordi Kabupaten Batang;
Pelabuhan Perikanan Tegalsari Kota Tegal;
Pelabuhan Perikanan Larangan di Kabupaten Tegal;
Pelabuhan Perikanan Wonokerto di KabupatenPekalongan;
Pelabuhan Perikanan Asemdoyong di Kabupaten Pemalang;
Pelabuhan Perikanan Tawang di Kabupaten Kendal;
Pelabuhan Perikanan Bajomulyo di Kabupaten Pati;
Pelabuhan Perikanan Morodemak di Kabupaten Demak;
Pelabuhan Perikanan Karimunjawa di Kabupaten Jepara; dan
Pelabuhan Perikanan Logending di Kabupaten Kebumen; d. Pangkalan pendaratan ikan (PPI) berada di:
Kabupaten Cilacap meliputi: a) Pelabuhan Perikanan Jetis; b) Pelabuhan Perikanan Kemiren; c) Pelabuhan Perikanan Lengkong; d) Pelabuhan Perikanan Padanarang; e) Pelabuhan Perikanan Rawa Jarit;
f) Pelabuhan Perikanan Sentolo Kambang;
g) Pelabuhan Perikanan Sentolo Kawat;
h) Pelabuhan Perikanan Sidakarya; dan
i) Pelabuhan Perikanan Bengawan Donan.
2. Kabupaten Kebumen meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Argopeni;
b) Pelabuhan Perikanan Criwik;
c) Pelabuhan Perikanan Karang Duwur;
d) Pelabuhan Perikanan Pasir;
e) Pelabuhan Perikanan Rowo;
f) Pelabuhan Perikanan Tanggulangin;
g) Pelabuhan Perikanan Tegal Retno;
h) Pelabuhan Perikanan Tambak Mulyo;
i) Pelabuhan Perikanan Surorejan;dan
j) Pelabuhan Perikanan Lembupurwo.
3. Kabupaten Purworejo meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Jati Kontal;
b) Pelabuhan Perikanan Jati Malang;
c) Pelabuhan Perikanan Kaburuhan; dan
d) Pelabuhan Perikanan Kertojayan.
4. Kota Tegal meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Kota Tegal; dan
b) Pelabuhan Perikanan Muara Reja.
5. Kota Semarang meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Boom Lama;
b) Pelabuhan Perikanan Mangun Harjo; dan
c) Pelabuhan Perikanan Tambak Lorok.
6. Kabupaten Brebes meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Crucuk;
b) Pelabuhan Perikanan Kali Gangsa;
c) Pelabuhan Perikanan Kaliwlingi;
d) Pelabuhan Perikanan Kluwut;
e) Pelabuhan Perikanan Krakahan;
f) Pelabuhan Perikanan Pangaradan;
g) Pelabuhan Perikanan Prapag Kidul;
h) Pelabuhan Perikanan Pulolampes; dan
i) Pelabuhan Perikanan Sawojajar.
7. Kabupaten Batang meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Celong;
b) Pelabuhan Perikanan Roban; dan
c) Pelabuhan Perikanan Seklayu.
8. Kabupaten Jepara meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Bandungharjo;
b) Pelabuhan Perikanan Bondo;
c) Pelabuhan Perikanan Bulu;
d) Pelabuhan Perikanan Demaan;
e) Pelabuhan Perikanan Jobokuto;
f) Pelabuhan Perikanan Kedungmalang;
g) Pelabuhan Perikanan Mlonggo;
h) Pelabuhan Perikanan Panggung;
i) Pelabuhan Perikanan Tubanan; dan
j) Pelabuhan Perikanan Ujung Watu.
9. Kabupaten Demak meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Babalan;
b) Pelabuhan Perikanan Betahwalang;
c) Pelabuhan Perikanan Bungo; dan
d) Pelabuhan Perikanan Wedung.
10. Kabupaten Pati meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Alas Dowo;
b) Pelabuhan Perikanan Banyutowo;
c) Pelabuhan Perikanan Margomulyo;
d) Pelabuhan Perikanan Pecangaan;
e) Pelabuhan Perikanan Puncel; dan
f) Pelabuhan Perikanan Sambiroto.
11. Kabupaten Kendal meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Bandengan;
b) Pelabuhan Perikanan Sendang Sikucing; dan
c) Pelabuhan Perikanan Tanggul Malang.
12. Kabupaten Pekalongan berupa Pelabuhan Perikanan Jambean;
13. Kabupaten Pemalang meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Ketapang;
b) Pelabuhan Perikanan Mojo;
c) Pelabuhan Perikanan Tanjungsari;
d) Pelabuhan Perikanan Tasik Rejo; dan
e) Pelabuhan Perikanan Ulujami.
- Kabupaten Tegal berupaPelabuhan Perikanan Surodadi;
- Kabupaten Rembang meliputi:
a) Pelabuhan Perikanan Bakung;
b) Pelabuhan Perikanan Binangun;
c) Pelabuhan Perikanan Karanganyar;
d) Pelabuhan Perikanan Karanglincak;
e) Pelabuhan Perikanan Pandangan;
f) Pelabuhan Perikanan Pangkalan;
g) Pelabuhan Perikanan Pasar Banggi;
h) Pelabuhan Perikanan Sarang;
i) Pelabuhan Perikanan Tanjung Sari; dan
j) Pelabuhan Perikanan Tunggulsari.
e. peningkatan dan penurunan status pelabuhan perikanan ditetapkan
berdasarkan peraturan perundangan-undangan.
- Ketentuan Pasal 24 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
