Pasal 41
(1) Sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf b meliputi: a. sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan; b. sungai tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan; c. sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan; d. sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan; dan e. sungai yang terpengaruh pasang air laut. (2) Sempadan sungai meliputi: a. Sungai Babon dan anak sungainya; b. Sungai Bum dan anak sungainya; c. Sungai Dolog dan anak sungainya; d. Sungai Jajar dan anak sungainya; e. Sungai Jebor/ Gejoyo dan anak sungainya; f. Sungai Jragung dan anak sungainya; g. Sungai Kenceng dan anak sungainya; h. Sungai Lobener dan anak sungainya; i. Sungai Serang Lama dan anak sungainya; j. Sungai Serang-Lusi dan anak sungainya; k. Sungai Tulung/ Setu dan anak sungainya; l. Sungai Tuntang dan anak sungainya; dan m. Sungai Tuntang Lama dan anak sungainya. (3) Ukuran dan ketentuan pengaturan sempadan sungai sesuai peraturan perundangan-undangan.
- Di antara Pasal 43 dan Pasal 44 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 43A sehingga berbunyi sebagai berikut:
