Pasal 6
BAB 2 — HIBAH
(1) Hibah yang diterima Mahkamah Agung Republik INDONESIA adalah Hibah dalam bentuk barang dan/atau jasa. (2) Mekanisme Hibah di Mahkamah Agung Republik INDONESIA dapat dilaksanakan melalui Hibah Terencana atau Hibah Langsung. (3) Dalam hal Hibah kepada Mahkamah Agung Republik INDONESIA dilaksanakan melalui mekanisme Hibah Terencana, maka berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Hibah Terencana hanya berbentuk uang yang membiayai kegiatan; b. Uang yang membiayai kegiatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dibelanjakan secara langsung tanpa melalui pencairan dana dari KPPN dan dikelola oleh Pemberi Hibah dan/atau Kontraktornya; www.djpp.kemenkumham.go.id
c. Mahkamah Agung Republik INDONESIA hanya menerima manfaat berupa barang dan/atau jasa dari Hibah Terencana sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b; d. Pengesahan dan Pencatatan barang dan/atau jasa dari Hibah Terencana sebagaimana dimaksud pada huruf c dilakukan sesuai Surat Keputusan ini; dan e. Pemberi Hibah dan/atau Kontraktornya bertanggungjawab penuh atas pengelolaan Hibah Terencana sebagaimana dimaksud pada huruf a. (4) Dalam hal Hibah kepada Mahkamah Agung Republik INDONESIA dilaksanakan melalui mekanisme Hibah Langsung, maka berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Hibah Langsung yang diterima Mahkamah Agung Republik INDONESIA hanya Hibah berbentuk barang dan/atau jasa; b. Pengadaan barang dan/atau jasa dimaksud pada huruf a dilakukan dan menjadi tanggungjawab Pemberi Hibah sepenuhnya; dan c. Pengesahan dan Pencatatan barang dan/atau jasa dari Hibah Langsung sebagaimana dimaksud pada huruf a dilakukan sesuai Surat Keputusan ini. (5) Calon Pemberi Hibah dan/atau Pemberi Hibah wajib memastikan Perjanjian Hibah sesuai dengan Peraturan ini dan memastikan Kontraktornya mematuhi Peraturan ini. (6) Pemberi Hibah mengelola, mengawasi penggunaan Hibah dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap penggunaan Hibah tersebut serta wajib memberikan laporan secara berkala kepada Mahkamah Agung Republik INDONESIA mengenai pelaksanaan Hibah.
