Pasal 30
BAB 3 — MEKANISME RAPAT
(1) Pelaksanaan rapat koordinasi antar Bidang diselenggarakan secara periodik, sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali atau sesuai kebutuhan. (2) Rapat koordinasi antar Bidang dilaksanakan sekurang-kurangnya dihadiri oleh 2 (dua) Anggota LPSK. (3) Dalam hal Anggota LPSK berhalangan hadir karena melaksanakan tugas lembaga, maka Anggota LPSK yang bersangkutan dapat mendelegasikan kepada tenaga ahli atau staf dibawahnya. (4) Staf yang mendapat delegasi, mewakili Anggota LPSK dan dapat memberikan pendapat dalam Rapat Koordinasi antar Bidang. (5) Rapat koordinasi antar Bidang dipimpin oleh Anggota LPSK Penanggung Jawab Bidang yang menyelenggarakan rapat. (6) Seluruh peserta rapat memiliki hak suara yang sama dalam rapat koordinasi antar Bidang. (7) Setiap pengambilan keputusan rapat koordinasi antar Bidang dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. (8) Hasil Rapat Koordinasi Antar Bidang disusun dalam bentuk risalah atau notulen Rapat Koordinasi antar Bidang yang memuat, antara lain: a. waktu dan tempat penyelenggaraan; b. peserta rapat yang hadir dan keabsahannya; c. agenda pembahasan rapat; d. proses pembahasan Bidang; e. kesimpulan rapat; dan f. tindak lanjut. (9) Risalah atau notulen Rapat Koordinasi Antar Bidang ditandatangani oleh notulis dan diketahui oleh Pimpinan rapat dengan dilampiri daftar hadir peserta rapat. (10) Hasil rapat koordinasi antar Bidang wajib dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Rapat. www.djpp.kemenkumham.go.id
