Pasal 26
BAB 3 — MEKANISME RAPAT
(1) Hasil Rapat Paripurna disusun dalam bentuk notulen Rapat Paripurna yang memuat, antara lain: a. waktu dan tempat penyelenggaraan; b. peserta rapat yang hadir dan keabsahannya, yang dibuktikan dengan tanda tangan; c. agenda pembahasan rapat; d. pendapat peserta rapat; e. kesimpulan rapat; dan f. tindak lanjut. (2) Risalah atau notulen rapat paripurna ditandatangani oleh notulis dan diketahui oleh Pimpinan rapat, dengan dilampiri daftar hadir yang telah ditandatangani peserta rapat. www.djpp.kemenkumham.go.id
(3) Hasil notulen rapat paripurna salinannya wajib diberikan kepada seluruh Anggota LPSK. (4) Hasil rapat paripurna ditandatangani dan diparaf oleh seluruh Anggota LPSK yang hadir. (5) Hasil rapat paripurna sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dituangkan di dalam Surat Keputusan. (6) Surat Keputusan Rapat Paripurna memuat hal-hal sebagai berikut : a. nomor Surat Keputusan; b. tempat dan tanggal pengambilan keputusan Rapat Paripurna; c. nama orang yang berkaitan dengan keputusan tersebut; d. Bidang atau orang yang ditunjuk untuk melaksanakan keputusan; e. materi keputusan; f. jenis dan bentuk tindakan yang harus dilakukan dalam rangka pelaksanaan perlindungan terhadap saksi dan korban; dan g. jangka waktu pelaksanaan Keputusan Rapat Paripurna. (7) Surat Keputusan Rapat Paripurna ditandatangani oleh seluruh Anggota LPSK. (8) Dokumen Surat Keputusan Rapat Paripurna disimpan dan dikelola oleh Pimpinan dan dibuatkan salinannya untuk Bidang-bidang yang terkait dalam Surat Keputusan Rapat Paripurna. (9) Salinan Surat Keputusan Rapat Paripurna LPSK harus disampaikan kepada Bidang atau Unit terkait setelah ditandatangani oleh para Anggota, selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. (10) Risalah rapat Paripurna disampaikan ke peserta rapat, selambat- lambatnya 7 (tujuh) setelah rapat paripurna.
