Pasal 21
BAB 3 — PEMUNGUTAN SUARA
(1) Sampul kertas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (3) huruf a, terdiri atas: a. sampul kertas yang disampaikan KPU/KIP Kabupaten/Kota kepada KPPS melalui PPK dan PPS, sebelum Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS; dan b. sampul kertas yang disampaikan KPPS kepada KPU/KIP Kabupaten/Kota dan PPK melalui PPS, setelah Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS. (2) Sampul kertas yang disampaikan KPU/KIP Kabupaten/Kota kepada KPPS melalui PPK dan PPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas: a. sampul kertas dalam keadaan disegel yang memuat Surat Suara dan Surat Suara cadangan; dan b. sampul kertas kosong yang akan digunakan setelah Pemungutan dan Penghitungan Suara, masing- masing untuk memuat:
Surat Suara sah;
Surat Suara yang dikembalikan oleh Pemilih karena rusak dan/atau keliru dicoblos;
Surat Suara yang tidak sah;
Surat Suara yang tidak digunakan;
formulir Model C-KWK berhologram, Model C1- KWK berhologram, Model C2-KWK;
salinan Model C-KWK, Model C1-KWK dan salinan Model A.Tb-KWK;
daftar Pemilih dalam formulir Model A.3-KWK, Model A.4-KWK, Model A.Tb-KWK dan Model C7-KWK; dan
kunci gembok yang digunakan untuk mengunci kotak suara. (3) Penggunaan sampul kertas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sebagai berikut: a. sampul kertas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, yang telah dibuka tidak boleh digunakan lagi oleh KPPS; dan b. sampul kertas kosong yang telah diisi sesuai peruntukannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b ditandatangani oleh ketua dan anggota KPPS untuk disampaikan kepada PPK melalui PPS. (4) Sampul kertas kosong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, yang memuat keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 1, angka 2, angka 3, angka 4, angka 5, dan angka 8 disampaikan kepada PPK melalui PPS dalam keadaan disegel.
