Pasal 19
BAB 3 — PEMUNGUTAN SUARA
(1) TPSLN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1), dibuat dengan ukuran paling kurang panjang 10 (sepuluh) dan lebar 8 (delapan) meter atau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. (2) TPSLN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi tanda batas dengan menggunakan tali atau tambang atau bahan lain. (3) Pintu masuk dan keluar TPSLN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dapat menjamin akses gerak bagi Pemilih penyandang cacat yang menggunakan kursi roda. (4) TPSLN sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat diadakan di ruang terbuka dan/atau ruang tertutup, dengan ketentuan: a. apabila di ruang terbuka, tempat duduk Ketua KPPSLN dan Anggota KPPSLN, Pemilih, dan Saksi dapat diberi pelindung terhadap panas matahari, hujan dan tidak memungkinkan orang lalu lalang di belakang Pemilih ketika memberikan suara di bilik suara; b. apabila di ruang tertutup, luas TPSLN harus mampu menampung pelaksanaan rapat Pemungutan Suara di TPSLN, dan kedudukan Pemilih membelakangi tembok/dinding ketika memberikan suara di bilik suara. (5) Apabila dalam pelaksanaan Pemungutan Suara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b dilakukan dalam keadaan kurang penerangan, perlu ditambah alat penerangan yang cukup. (6) TPSLN sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilengkapi dengan sarana dan prasarana: a. ruangan atau tenda; b. alat pembatas; c. papan untuk menempel Daftar Pasangan Calon, visi, misi, program dan biodata Pasangan Calon, DPTLN, DPTbLN dan DPKLN; d. papan atau tempat untuk menempel formulir Model C1 PPWP LN Plano Berhologram www.djpp.kemenkumham.go.id
e. tempat duduk dan meja Ketua KPPSLN dan Anggota KPPSLN; f. meja untuk menempatkan kotak suara dan bilik suara; g. tempat duduk Pemilih, Saksi, dan Panwas LN; dan h. alat penerangan yang cukup.
