Pasal 53
BAB 5 — ALAT KELENGKAPAN DPD
(1) Ketua dan/atau Wakil Ketua DPD berhenti dari jabatannya karena: a. meninggal dunia; b. mengundurkan diri; atau c. diberhentikan. (2) Pemberhentian pimpinan DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Pimpinan DPD menyampaikan dalam sidang paripurna atas meninggalnya salah satu pimpinan DPD; dan b. Pimpinan DPD menyampaikan surat atas meninggalnya salah satu pimpinan DPD sebagaimana dimaksud dalam huruf a kepada PRESIDEN. (3) Ketua dan/atau wakil ketua DPD mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b atas permintaan sendiri secara tertulis yang meliputi: a. mengundurkan diri sebagai ketua atau wakil ketua DPD; dan/atau b. mengundurkan diri sebagai Anggota.
(4) Pemberhentian pimpinan DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: a. pimpinan DPD yang mengundurkan diri, mengajukan pengunduran diri secara tertulis di atas kertas yang bermaterai kepada Pimpinan DPD; b. pimpinan DPD menyampaikan surat pengunduran diri sebagaimana dimaksud dalam huruf a dalam sidang paripurna DPD; dan c. paling lama 5 (lima) hari sejak diterimanya surat sebagaimana dimaksud dalam huruf b, Pimpinan DPD menyelenggarakan sidang paripurna untuk melakukan pemilihan pimpinan DPD.
