Pasal 52
BAB 5 — ALAT KELENGKAPAN
(1) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a, Badan Musyawarah: a. membicarakan rancangan jadwal acara DPR sesuai dengan fokus bahasan dalam setiap masa persidangan yang diajukan oleh Pimpinan DPR selaku pimpinan Badan Musyawarah; b. MENETAPKAN rancangan jadwal acara DPR dalam rapat Badan Musyawarah; dan c. menyampaikan jadwal acara DPR kepada alat kelengkapan DPR, Fraksi, dan seluruh Anggota. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf b, Badan Musyawarah menyampaikan pendapat secara langsung kepada Pimpinan DPR. (3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf c, Badan Musyawarah meminta dan/atau
memberikan kesempatan kepada alat
kelengkapan DPR untuk memberikan keterangan/penjelasan mengenai pelaksanaan tugas masing-masing dalam rapat Badan Musyawarah atau rapat konsultasi pengganti rapat Badan Musyawarah. (4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf d, Badan Musyawarah menjadwalkan dan menentukan alat kelengkapan DPR dan/atau Fraksi yang akan mewakili DPR untuk melakukan konsultasi dan koordinasi. (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf e, Badan Musyawarah dapat: a. menentukan jangka waktu penanganan suatu rancangan UNDANG-UNDANG; b. memperpanjang waktu penanganan suatu rancangan UNDANG-UNDANG; c. mengalihkan penugasan kepada alat kelengkapan DPR lainnya apabila penanganan rancangan UNDANG-UNDANG tidak dapat diselesaikan setelah perpanjangan sebagaimana dimaksud dalam huruf b; atau d. menghentikan penugasan dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada rapat paripurna DPR. (6) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a dan huruf e, Badan Musyawarah menentukan waktu penyelesaian suatu masalah dan rancangan UNDANG-UNDANG yang sedang dan akan ditangani oleh alat kelengkapan DPR masing-masing.
