Pasal 173
BAB 7 — TATA CARA PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
(1) Pemerintah menyampaikan pokok rancangan UNDANG-UNDANG mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN dalam rapat paripurna DPR kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir. (2) Fraksi menyampaikan pandangannya terhadap materi rancangan UNDANG-UNDANG mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN yang disampaikan oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam rapat paripurna DPR. (3) Pemerintah memberikan tanggapan terhadap pandangan Fraksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam rapat paripurna DPR. (4) BPK menyampaikan laporan keuangan pemerintah pusat pada rapat paripurna DPR. (5) Badan Anggaran melakukan pembahasan rancangan UNDANG-UNDANG mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN dengan mempertimbangkan pemandangan umum Fraksi, tanggapan Pemerintah, saran dan pendapat Badan Musyawarah, keputusan rapat kerja komisi dengan Pemerintah, serta laporan keuangan pemerintah pusat. (6) Pembahasan dan penetapan rancangan UNDANG-UNDANG mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan setelah bahan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat disampaikan oleh BPK ke DPR. (7) Badan Anggaran melakukan pembahasan rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (6). (8) Untuk pengambilan keputusan dalam Pembicaraan Tingkat I terhadap rancangan UNDANG-UNDANG mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN, berlaku secara mutatis mutandis bagi pengambilan keputusan
rancangan UNDANG-UNDANG mengenai APBN antara Badan Anggaran dan Pemerintah pada akhir Pembicaraan Tingkat I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (5). (9) Hasil pembahasan Pembicaraan Tingkat I sebagaimana dimaksud pada ayat (8) disampaikan oleh Badan Anggaran dalam rapat paripurna DPR. (10) Ketentuan mengenai acara rapat paripurna DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (9), berlaku secara mutatis mutandis terhadap rapat paripurna DPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (6).
