Pasal 135
BAB 6 — TATA CARA PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG
(1) Rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 diputuskan menjadi rancangan UNDANG-UNDANG dari DPR dalam rapat paripurna DPR setelah terlebih dahulu Fraksi memberikan pendapatnya. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. persetujuan tanpa perubahan; b. persetujuan dengan perubahan; atau c. penolakan. (3) Rapat paripurna DPR dengan tegas mengambil keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan sesuai dengan tata cara pengambilan keputusan. (4) Dalam pendapat Fraksi harus dinyatakan secara tegas keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
(5) Dalam hal pendapat Fraksi menyatakan persetujuan tanpa perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, rancangan UNDANG-UNDANG langsung disampaikan kepada PRESIDEN. (6) Dalam hal Fraksi menyatakan persetujuan dengan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, usul perubahan tersebut dengan tegas dimuat dalam pendapat Fraksi. (7) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dimaksudkan untuk penyempurnaan rumusan rancangan UNDANG-UNDANG. (8) Dalam hal keputusan rapat paripurna DPR tidak tegas menyatakan persetujuan dengan perubahan, rancangan UNDANG-UNDANG dianggap disetujui tanpa perubahan dan langsung disampaikan kepada PRESIDEN. (9) Dalam hal keputusan rapat paripurna DPR menolak rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, rancangan UNDANG-UNDANG dimaksud tidak dapat diajukan kembali dalam persidangan DPR masa itu. (10) Rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (8) disampaikan oleh Pimpinan DPR kepada PRESIDEN dengan permintaan agar PRESIDEN menunjuk menteri yang akan mewakili PRESIDEN untuk melakukan pembahasan rancangan UNDANG-UNDANG tersebut bersama DPR.
