Pasal 126
BAB 6 — TATA CARA PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG
(1) Anggota, komisi, gabungan komisi, atau Badan Legislasi dalam mempersiapkan rancangan UNDANG-UNDANG terlebih dahulu menyusun naskah akademik mengenai materi yang akan diatur dalam rancangan UNDANG-UNDANG.
(2) Rancangan UNDANG-UNDANG tentang APBN, rancangan UNDANG-UNDANG tentang penetapan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG menjadi UNDANG-UNDANG, rancangan UNDANG-UNDANG tentang pengesahan perjanjian internasional, atau rancangan UNDANG-UNDANG yang hanya terbatas mengubah beberapa materi dapat disertai naskah akademik. (3) Naskah akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat: Judul Bab I Pendahuluan a. Latar Belakang b. Identifikasi Masalah c. Tujuan dan Kegunaan d. Metode Penelitian Bab II Kajian Teoretis dan Praktik Empiris Bab III Evaluasi dan Analisis Peraturan Perundang- undangan Terkait Bab IV Landasan Filosofis, Sosiologis, dan Yuridis Bab V Jangkauan, Arah Pengaturan, dan Ruang Lingkup Materi Muatan UNDANG-UNDANG Bab VI Penutup (4) Naskah akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan lampiran konsep awal rancangan UNDANG-UNDANG. (5) Anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG dibantu oleh Badan Keahlian. (6) Komisi, gabungan komisi, atau Badan Legislasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG dibantu oleh Badan Keahlian dan tenaga ahli alat kelengkapan DPR. (7) Dalam penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6) dapat dibantu oleh kelompok pakar atau tim ahli.
