Pasal 113
BAB 6 — TATA CARA PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG
(1) DPR memegang kekuasaan membentuk UNDANG-UNDANG. (2) Rancangan UNDANG-UNDANG dapat berasal dari DPR, PRESIDEN, atau DPD. (3) Rancangan UNDANG-UNDANG dari DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diajukan oleh Anggota, komisi, gabungan komisi, atau Badan Legislasi. (4) Rancangan UNDANG-UNDANG yang berasal dari PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diajukan oleh PRESIDEN. (5) Rancangan UNDANG-UNDANG yang berasal dari DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diajukan oleh DPD yang berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya; serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. (6) Rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diajukan dan disertai dengan naskah akademik, kecuali rancangan UNDANG-UNDANG mengenai: a. APBN; b. penetapan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG menjadi UNDANG-UNDANG; dan c. pencabutan UNDANG-UNDANG atau pencabutan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG.
