Pasal 23
BAB 9 — WAKTU DAN JAM KERJA
(1) Berdasarkan UNDANG-UNDANG yang mengatur ketenagakerjaan, dalam hal penting, pegawai dapat diberi izin untuk tidak hadir pada hari kerjanya tanpa dipotong cuti, dengan mendapat gaji penuh yaitu untuk keperluan sebagai berikut: a. kematian suami/isteri, orang tua/mertua, atau anak/menantu: 2 (dua) hari kerja; b. kematian anggota keluarga dalam satu rumah: 1 (satu) hari kerja; c. pernikahan pegawai: 3 (tiga) hari kerja; d. pernikahan anak pegawai: 2 (dua) hari kerja; e. khitanan anak: 2 (dua) hari kerja; dan f. isteri melahirkan atau keguguran kandungan: 2 (dua) hari kerja.
(2) Dalam hal keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlangsung di luar kota maka izin tidak hadir dapat ditambah dengan waktu perjalanan tercepat. (3) Pegawai harus mengajukan permohonan izin kepada atasannya/Sekretaris BWI paling lambat 2 (dua) minggu sebelum melaksanakan keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kecuali untuk kematian dan kelahiran.
