Pasal 13
BAB 6 — PENEGAKAN KODE ETIK
(1) Pegawai yang melakukan Pelanggaran Kode Etik dikenakan sanksi moral. (2) Sanksi moral sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. pernyataan secara tertutup; atau b. pernyataan secara terbuka. (3) Pemberian sanksi moral sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan dinyatakan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. (4) Dalam pemberian sanksi moral sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disebutkan jenis Pelanggaran Kode Etik yang dilakukan oleh Pegawai. (5) Pejabat Pembina Kepegawaian dapat mendelegasikan wewenangnya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada pejabat lain ditunjuk sekurang-kurangnya Pejabat Struktural Eselon IV. (6) Pejabat yang ditunjuk menjatuhkan sanksi moral sebagaimana dimaksud pada ayat (5) adalah: a. Pejabat Struktural Eselon IV, bagi Pegawai yang menduduki jabatan Fungsional Umum dan Calon Pegawai Negeri Sipil;
www.djpp.kemenkumham.go.id
b. Pejabat Struktural Eselon III, bagi Pegawai yang menduduki jabatan Struktural Eselon IV; c. Pejabat Struktural Eselon II, bagi Pegawai yang menduduki jabatan Struktural Eselon III dan Fungsional Tertentu; d. Pejabat Struktural Eselon I, bagi Pegawai yang menduduki jabatan Struktural Eselon II; dan e. Kepala Badan POM bagi Pegawai yang menduduki jabatan Struktural Eselon I dan Kepala Balai Besar/Balai POM di seluruh INDONESIA.
