Pasal 13
BAB 4 — PEJABAT PERBENDAHARAAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
(1) PPSPM mempunyai tugas dan wewenang: a. melakukan pengujian Atas kebenaran SPP yang diajukan oleh PPK beserta dokumen pendukung; b. menolak dan mengembalikan SPP, apabila SPP tidak memenuhi persayaratan untuk dibayarkan;
c. membebankan tagihan pada mata anggaran yang telah disediakan; d. menerbitkan SPM; e. menyampaikan data pemasok barang/jasa pemerintah dan/atau perubahannya kepada KPPN. f. menyimpan dan menjaga kelengkapan dan keutuhan seluruh dokumen hak tagih; g. melaporkan pelaksanaan perintah pembayaran kepada KPA pelaksanaan tugas dan wewenangnya paling sedikit memuat informasi jumlah SPP yang diterima, jumlah SPM yang diterbitkan dan jumlah SPP yang tidak dapat diterbitkan SPM; dan h. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan perintah pembayaran. (2) Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. kelengkapan dokumen pendukung SPP. b. kesesuaian penandatangan SPP dengan spesimen tandatangan PPK. c. kebenaran pengisian format SPP. d. kesesuaian kode BAS pada SPP dengan DIPA/POK/Rencana Kerja Anggaran BNPB termasuk menguji kesesuaian antara pembebanan kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit) dengan uraiannya. e. ketersediaan pagu sesuai dengan BAS pada SPP dengan DIPA/POK/ Rencana Kerja Anggaran BNPB. f. kebenaran formal dokumen/surat keputusan yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran belanja pegawai; g. kebenaran formal dokumen/surat bukti yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan pengadaan barang/jasa; h. kebenaran pihak yang berhak menerima pembayaranpada SPP sehubungan dengan perjanjian/kontrak/surat keputusan;
i. kebenaran perhitungan tagihan serta kewajiban di bidang perpajakan dari pihak yang mempunyai hak tagih; j. kepastian telah terpenuhinya kewajiban pembayaran kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara; dan k. kesesuaian prestasi pekerjaan dalam dokumen bukti serah terima barang dengan ketentuan pembayaran dalam perjanjian/kontrak. (3) Penerbitan SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disertai dengan: a. mencatat pagu, realisasi belanja, sisa pagu, dana UP/TUP, dan sisa dana UP/TUP pada kartu pengawasan DIPA; b. menandatangani SPM; dan c. memasukkan Personal Identification Number (PIN) PPSPM sebagai tanda tangan elektronik pada ADK SPM. (4) Dalam melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPSPM bertanggung jawab Atas ketepatan jangka waktu penerbitan dan penyampaian SPM kepada KPPN; dan (5) PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bertanggung jawab atas kebenaran, kelengkapan, dan keabsahan administrasi terhadap dokumen hak tagih pembayaran yang menjadi dasar penerbitan SPM dan akibat yang timbul dari pengujian yang dilakukannya.
