Pasal 12
BAB 4 — PENETAPAN JUMLAH DAN PELAKU KERUGIAN NEGARA
(1) Dalam penetapan pelaku kerugian negara baik oleh Bendahara, Pegawai atau CPNS bukan bendahara, dan/atau Pihak Ketiga harus memuat dengan jelas hal-hal sebagai berikut: a. identitas pelaku; b. status kepegawaian/status pelaku yang bersangkutan; dan www.djpp.kemenkumham.go.id
c. unsur kesalahan para pelaku. (2) Unsur kesalahan para pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, yang dapat mengakibatkan kerugian negara terdiri dari: a. perbuatan langsung; dan b. perbuatan tidak langsung. (3) Perbuatan langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, antara lain mencuri, menggelapkan, merusak Barang/Uang Milik Negara, membeli barang terlalu mahal, dan membayar lebih kepada pihak ketiga, atau ingkar janji yang menjadikan negara menderita kerugian. (4) Perbuatan tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, antara lain sebagai atasan atau sebagai pengawas telah lalai dalam tugasnya sehingga memudahkan/memungkinkan Pegawai atau CPNS bukan bendahara dan/atau Pihak Ketiga melakukan kecurangan sehingga menimbulkan kerugian negara, dan terhadap perbuatan tersebut dilakukan tuntutan ganti rugi secara tanggung jawab renteng.
