Pasal 47
BAB 6 — PELAYANAN PERIZINAN PENANAMAN MODAL
(1) Permohonan Izin Prinsip Perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (4), diajukan dengan menggunakan Lampiran II-A. (2) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disetujui, diterbitkan Izin Prinsip Perubahan dengan tembusan kepada pejabat Instansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (4) untuk Penanaman Modal Dalam Negeri dan Pasal 27 ayat (3) untuk Penanaman Modal Asing. www.djpp.kemenkumham.go.id
(3) Izin Prinsip Perubahan diterbitkan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya permohonan yang lengkap dan benar. (4) Bentuk Izin Prinsip Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran II-B dan Lampiran II-C. (5) Permohonan Izin Usaha Perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3), diajukan dengan menggunakan Lampiran II-A. (6) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disetujui, diterbitkan Izin Usaha Perubahan, dengan tembusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2). (7) Izin Usaha Perubahan diterbitkan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya permohonan yang lengkap dan benar. (8) Bentuk Izin Usaha Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tercantum dalam Lampiran III-J. (9) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau ayat (5) ditolak, PTSP BKPM, PDPPM/instansi penyelenggara PTSP di provinsi, PDKPM/instansi penyelenggara PTSP di kabupaten/kota, PTSP KPBPB atau PTSP KEK sesuai kewenangannya membuat Surat Penolakan Izin Prinsip Perubahan atau Izin Usaha Perubahan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya permohonan dengan menyebutkan alasan penolakan. (10) Bentuk Surat Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (9) tercantum dalam Lampiran II-D. Paragraf Kesatu Perubahan Modal Perseroan
