Pasal 29
(1) Kenaikan pangkat bagi Widyaprada dilakukan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
serta mempertimbangkan:
paling singkat 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir;
memenuhi Angka Kredit Kumulatif yang ditentukan
untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; dan
- setiap unsur penilaian prestasi kerja paling rendah
bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
(2) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
Fungsional Widyaprada Ahli Madya, pangkat Pembina
Utama Muda, golongan ruang IV/c untuk menjadi
Widyaprada Ahli Utama, pangkat Pembina Utama Madya,
golongan ruang IV/d sampai dengan pangkat Pembina
Utama, golongan ruang IV/e, ditetapkan dengan
Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan
teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara.
(3) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
Fungsional Widyaprada Ahli Madya, pangkat Pembina
Tingkat I, golongan ruang IV/b untuk menjadi pangkat
Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c ditetapkan
oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara atas nama
Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala
Badan Kepegawaian Negara.
(4) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
Fungsional Widyaprada Ahli Pertama, pangkat Penata
Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Widyaprada
Ahli Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang
IV/b ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina
Kepegawaian yang bersangkutan setelah mendapat
persetujuan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara/
Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara.
(5) Pejabat Pembina Kepegawaian dapat memberikan kuasa
kepada pejabat yang ditunjuk di lingkungannya untuk
menetapkan kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud
pada ayat (4), untuk Widyaprada Ahli Pertama, pangkat
Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan
Widyaprada Ahli Muda, pangkat Penata Tingkat I,
golongan ruang III/d.
(6) Kenaikan pangkat bagi Widyaprada dalam jenjang
jabatan yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan jika
kenaikan jenjang jabatannya telah ditetapkan oleh
Pejabat yang Berwenang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(7) Widyaprada yang memiliki Angka Kredit melebihi Angka
Kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi, kelebihan Angka Kredit tersebut
dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat
berikutnya.
(8) Widyaprada yang pada tahun pertama telah memenuhi
atau melebihi Angka Kredit yang disyaratkan untuk
kenaikan pangkat dalam masa pangkat yang
didudukinya, pada tahun berikutnya diwajibkan
mengumpulkan paling rendah 20% (dua puluh persen)
Angka Kredit dari jumlah Angka Kredit yang disyaratkan
untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang
berasal dari kegiatan di bidang Penjaminan Mutu
Pendidikan.
(9) Kenaikan pangkat bagi Widyaprada dalam jenjang
jabatan yang lebih tinggi sebagaimana yang dimaksud
pada ayat (6), kelebihan Angka Kredit dapat
diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya
sebagaimana yang dimaksud pada ayat (7), dan
kewajiban mengumpulkan Angka Kredit bagi Widyaprada
yang melebihi Angka Kredit sebagaimana yang dimaksud
pada ayat (8), sesuai contoh sebagaimana tercantum
dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan pada peraturan
Badan ini.
