Pasal 41
(1) Kebutuhan Angka Kredit untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi bagi Jabatan Fungsional kategori
keterampilan, yaitu:
- jenjang pemula, pangkat pengatur muda, golongan
ruang II/a yang akan naik pangkat setingkat lebih
tinggi menjadi jenjang terampil, pangkat pengatur
muda tingkat I, golongan ruang II/b membutuhkan
Angka Kredit paling sedikit 15 (lima belas);
- jenjang terampil, pangkat pengatur muda tingkat I,
golongan ruang II/b yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi pangkat pengatur,
golongan ruang II/c membutuhkan Angka Kredit
paling sedikit 20 (dua puluh);
- jenjang terampil, pangkat pengatur, golongan ruang
II/c yang akan naik pangkat setingkat lebih tinggi
menjadi pangkat pengatur tingkat I, golongan ruang
II/d membutuhkan Angka Kredit paling sedikit
20 (dua puluh);
- jenjang terampil, pangkat pengatur tingkat I,
golongan ruang II/d yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi jenjang mahir pangkat
penata muda, golongan ruang III/a membutuhkan
Angka Kredit paling sedikit 20 (dua puluh);
- jenjang mahir, pangkat penata muda, golongan
ruang III/a yang akan naik pangkat setingkat lebih
tinggi menjadi pangkat penata muda tingkat I,
golongan ruang III/b membutuhkan Angka Kredit
paling sedikit 50 (lima puluh);
- jenjang mahir, pangkat penata muda tingkat I,
golongan ruang III/b yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi jenjang penyelia
pangkat penata, golongan ruang III/c membutuhkan
Angka Kredit paling sedikit 50 (lima puluh); dan
- jenjang penyelia, pangkat penata, golongan ruang
III/c yang akan naik pangkat setingkat lebih tinggi
menjadi pangkat penata tingkat I, golongan ruang
III/d membutuhkan Angka Kredit paling sedikit
100 (seratus).
(2) Angka Kredit Kumulatif untuk kenaikan Jabatan
Fungsional kategori keterampilan, sebagai berikut:
- jenjang pemula yang akan naik jabatan setingkat
lebih tinggi menjadi jenjang terampil membutuhkan
jumlah Angka Kredit paling sedikit 15 (lima belas)
yang merupakan jumlah kebutuhan Angka Kredit
dalam jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf a;
- jenjang terampil yang akan naik jabatan setingkat
lebih tinggi menjadi jenjang mahir, membutuhkan
jumlah Angka Kredit paling sedikit 60 (enam puluh)
yang merupakan jumlah kebutuhan Angka Kredit
dalam jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b, huruf c, dan huruf d;
- jenjang mahir yang akan naik jabatan setingkat
lebih tinggi menjadi jenjang penyelia, membutuhkan
jumlah Angka Kredit paling sedikit 100 (seratus)
yang merupakan jumlah kebutuhan Angka Kredit
dalam jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf e dan huruf f; dan
- dikecualikan bagi Jabatan Fungsional yang
pengangkatannya dimulai dari jenjang terampil
golongan ruang II/c untuk naik jenjang jabatan
setingkat lebih tinggi menjadi jenjang mahir
membutuhkan Angka Kredit Kumulatif 40 (empat
puluh) yang merupakan kebutuhan Angka Kredit
dalam jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c dan huruf d.
(3) Kebutuhan Angka Kredit untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi bagi Jabatan Fungsional kategori
keahlian, yaitu:
- jenjang ahli pertama, pangkat penata muda,
golongan ruang III/a yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi pangkat penata muda
tingkat I, golongan ruang III/b membutuhkan Angka
Kredit paling sedikit 50 (lima puluh);
- jenjang ahli pertama, pangkat penata muda tingkat
I, golongan ruang III/b yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi pangkat penata,
golongan ruang III/c membutuhkan Angka Kredit
paling sedikit 50 (lima puluh);
- jenjang ahli muda, pangkat penata, golongan ruang
III/c yang akan naik pangkat setingkat lebih tinggi
menjadi pangkat penata tingkat I, golongan ruang
III/d membutuhkan Angka Kredit paling sedikit
100 (seratus);
- jenjang ahli muda, pangkat penata tingkat I,
golongan ruang III/d yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi pangkat pembina,
golongan ruang IV/a membutuhkan Angka Kredit
paling sedikit 100 (seratus);
- jenjang ahli madya, pangkat pembina, golongan
ruang IV/a yang akan naik pangkat setingkat lebih
tinggi menjadi pangkat pembina tingkat I, golongan
ruang IV/b membutuhkan Angka Kredit paling
sedikit 150 (seratus lima puluh);
- jenjang ahli madya, pangkat pembina tingkat I,
golongan ruang IV/b yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi pangkat pembina
utama muda, golongan ruang IV/c membutuhkan
Angka Kredit paling sedikit 150 (seratus lima puluh)
demikian juga pangkat pembina utama muda
golongan ruang IV/c yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi ke pangkat pembina utama
madya golongan ruang IV/d;
- jenjang ahli utama, pangkat pembina utama madya,
golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat
setingkat lebih tinggi menjadi pangkat pembina
utama, golongan ruang IV/e membutuhkan Angka
Kredit paling sedikit 200 (dua ratus).
(4) Angka Kredit Kumulatif untuk kenaikan Jabatan
Fungsional kategori keahlian, yaitu:
- jenjang ahli pertama yang akan naik jabatan
setingkat lebih tinggi menjadi jenjang ahli muda,
membutuhkan jumlah Angka Kredit paling sedikit
100 (seratus) yang merupakan jumlah kebutuhan
Angka Kredit dalam jenjang jabatannya sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf a dan huruf b;
- jenjang ahli muda yang akan naik jabatan setingkat
lebih tinggi menjadi jenjang ahli madya
membutuhkan jumlah Angka Kredit paling sedikit
200 (dua ratus) yang merupakan jumlah kebutuhan
Angka Kredit dalam jenjang jabatannya sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf c dan huruf d;
- jenjang ahli madya yang akan naik jabatan setingkat
lebih tinggi menjadi jenjang ahli utama,
membutuhkan jumlah Angka Kredit paling sedikit
450 (empat ratus lima puluh) yang merupakan
jumlah kebutuhan Angka Kredit dalam jenjang
jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
huruf e dan huruf f; dan
- dikecualikan bagi Jabatan Fungsional yang
pengangkatannya dimulai dari jenjang Ahli Pertama
golongan ruang III/b untuk naik jenjang jabatan
setingkat lebih tinggi menjadi jenjang Ahli Muda
membutuhkan Angka Kredit Kumulatif paling sedikit
50 (lima puluh) yang merupakan kebutuhan Angka
Kredit dalam jenjang jabatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) huruf b.
