Pasal 26
BAB 4 — PENGKAJIAN
(1) Dalam hal sengketa terkait Keputusan KPU, KPU/KIP Provinsi, dan KPU/KIP Kabupaten/Kota, Bawaslu atau Bawaslu Provinsi melakukan pemeriksaan pendahuluan dengan membuat dan menyusun kajian pendahuluan sebelum dilakukan Musyawarah. (2) Kajian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap pemenuhan persyaratan permohonan sebagai berikut : a. kewenangan untuk menyelesaikan pokok permohonan sengketa; b. kedudukan para pihak dalam sengketa; c. syarat formal dan materil permohonan; d. substansi permohonan didasarkan pada alasan-alasan yang layak; dan e. permohonan diajukan sebelum waktunya atau telah lewat waktunya.
(3) Kajian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan paling lama 1 (satu) hari kerja setelah permohonan dicatatkan di dalam buku register permohonan penyelesaian sengketa. (4) Kajian pendahuluan dilakukan oleh bidang penyelesaian sengketa. (5) Bawaslu mencantumkan kajian pendahuluan ke dalam Berita Acara dan Keputusan hasil kajian pendahuluan 1 (satu) hari kerja sejak kajian pendahuluan selesai dilakukan. (6) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) menyatakan: a. Permohonan diterima; atau b. Permohonan tidak dapat diterima. (7) Berita Acara dan Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dituangkan dalam Formulir sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan ini. (8) Pembacaan Keputusan sebagaimana dimaksud ayat (6) dilakukan oleh paling sedikit 1 (satu) orang anggota Bawaslu atau Bawaslu Provinsi dalam rapat terbuka yang dihadiri oleh Pemohon. (9) Dalam hal keputusan hasil kajian pendahuluan menyatakan permohonan diterima, maka proses penyelesaian sengketa dilanjutkan dengan musyawarah.
