Pasal 8
BAB 7 — MEKANISME PEYELESAIAN KERUGIAN NEGARA
(1) TPKN mengumpulkan dan melakukan verifikasi terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat yang belum dituntaskan penyelesaiannya oleh Inspektorat dan/atau Deputi/Sekretariat Badan Ekonomi Kreatif. (2) TPKN MENETAPKAN jumlah dan pelaku Kerugian Negara yang harus diselesaikan. (3) Pelaku Kerugian Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) membuat SPKMKN. (4) Setiap Kerugian Negara baik yang dilakukan oleh ASN bukan Bendahara, dan/atau Pihak Ketiga yang diakibatkan karena perbuatan melawan hukum atau melalaikan kewajiban diupayakan diselesaikan dengan cara damai.
(5) Penyelesaian Kerugian Negara oleh ASN bukan Bendahara dan/atau Pihak Ketiga secara damai dapat dilakukan dengan cara tunai atau diangsur. (6) Batas waktu untuk penyelesaian Kerugian Negara dengan cara diangsur untuk ASN bukan Bendahara dan/atau Pihak Ketiga paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak penetapan pembebanan oleh TPKN. (7) Penyelesaian secara damai dilakukan dengan membuat SPKMKN bagi ASN bukan Bendahara dan/atau Pihak Ketiga, dengan menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini. (8) SPKMKN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat dengan mencantumkan jumlah Kerugian Negara secara pasti dengan diketahui oleh atasan langsung; dan (9) Apabila Kerugian Negara telah dilunasi oleh ASN bukan Bendahara, dan/atau Pihak Ketiga sesuai dengan SPKMKN, maka kepada ASN bukan Bendahara, dan/atau Pihak Ketiga yang bersangkutan tidak dikenakan TGR.
