Pasal 35
(1) BMN yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk
disertakan menjadi tambahan modal Badan Usaha Milik Negara/Perseroan Terbatas yang didalamnya terdapat saham milik negara, ditetapkan menjadi pMN pia" Badan Usaha Milik Negara/perseroan Terbatas yang didalamnya terdapat saham milik negara tersebut. (21 Ketentuan mengenai tata cara penetapan pMN untuk BMN yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk disertakan menjadi tambahan modal Badan Usaha Milik Negara/Perseroan Terbatas yang di dalamnya terdapat saham milik negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pengelolaan BMN.
(3) BMN dengan perolehan sampai dengan 31 Desember
2Ol8 yang telah:
dipergunakan dan/atau dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Negara/perseroan Terbatas yang didalamnya terdapat saham milik negara; dan
tercatat
SK No 051587 A
PRESTDEN
REPUBLIK TNDONESIA
44
- tercatat pada laporan posisi Badan Usaha Milik Negara/Perseroan Terbatas yang didalamnya terdapat saham milik negara sebagai BPYBDS atau akun yang sejenis, ditetapkan untuk dijadikan PMN pada Badan Usaha Mitik Negara,/Perseroan Terbatas yang didalamnya terdapat saha.m milik negara tersebut, dengan menggunakan nilai realisasi anggaran yang telah direviu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (41 Pemerintah melakukan penambahan PMN yang berasal dari dana tunai dan piutang Negara pada Badan Usaha Milik Negara/ Lembaga/ Badan Hukum Lainnya tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini.
(5) Dalam rangka memperbaiki struktur permodalan dan
meningkatkan kapasitas usaha Badan Usaha Milik Negara, Pemerintah melakukan penambahan pMN kepada PT Istaka Karya (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) yang berasal dari BMN melalui mekanisme pemindahtanganan BMN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(6) Penambahan PMN sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
ayat (3), ayat (4), dan ayat (5) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
