Pasal 126
(1) Kapal yang dinyatakan memenuhi persyaratan Keselamatan Kapal diberi sertifikat keselamatan oleh Pemerintah Pusat. (21 Sertifikat keselamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. sertifikat Keselamatan Kapal penumpang; b. sertifikat Keselamatan Kapal barang; dan c. sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan. SK No 176418 A 29. Ketentuan. . . PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 29. Ketentuan Pasal 127 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal L27 (1) Sertilikat Kapal tidak berlaku apabila: masa berlaku sudah berakhir; tidak melaksanakan pengukuhan sertifikat (endorsement); Kapal rusak dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan Keselamatan Kapal; Kapal berubah nama; Kapal berganti bendera; Kapal tidak sesuai dengan data-data teknis dalam sertifikat Keselamatan Kapal; Kapal mengalami perombakan yang mengakibatkan perubahan konstruksi Kapal, perubahan ukuran utama Kapal, dan perubahan fungsi, atau jenis Kapal; h. Kapal tenggelam atau hilang; atau i. Kapal ditutuh (scrappingl. (21 Sertifikat Kapal dibatalkan apabila: a. keterangan dalam dokumen Kapal yang digunakan untuk penerbitan sertifikat ternyata tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya; b. Kapal sudah tidak memenuhi persyaratan Keselamatan Kapal; atau c. sertifikat diperoleh secara tidak sah. (3) Persyaratan sertifikat Kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat l2l dapat disesuaikan berdasarkan ketentuan standar internasional. (41 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembatalan sertifikat sebagaimana dimaksud pada ayat (21diatur dalam Peraturan Pemerintah. a. b. c. d. e. f. ob' SK No 176419 A 30. Ketentuan. . . PRESIDEN REPUBLTK INDONESIA 30. Ketentuan Pasal 129 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
