Pasal 3
BAB 2 — MODAL PERSERO
(1) Modal dasar PERSERO berjumlah US.$. 261.000.000,- (dua ratus enam
puluh satu juta dollar Amerika Serikat) atau yang senilai dalam Rupiah.
(2) Dari jumlah modal dasar PERSERO sebagaimana dimaksud dalam Negara
Republik Indonesia mengambil bagian sebesar:
- US.$. 26.100.000,- (dua puluh enam juta seratus ribu dollar Amerika Serikat) atau yang senilai dalam Rupiah pada saat pendirian PERSERO, yang disetor penuh dalam jangka waktu 9 (sembilan) tahun;
- US.$. 39.150.000,- (tiga puluh sembilan juta seratus lima puluh ribu dollar Amerika Serikat) atau yang senilai dalam Rupiah terhitung sejak tahun ketiga setelah produksi dimulai, yang disetor penuh dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan jumlah angsuran yang sama setiap tahunnya; sehingga dari jumlah modal dasar PERSERO tersebut, Negara Republik Indonesia mengambil bagian sebesar US.$. 65.250.000,- (enam puluh lima juta dua ratus lima puluh ribu dollar Amerika Serikat) atau yang senilai dalam Rupiah sebagai kekayaan Negara yang dipisahkan.
(3) Pelaksanaan penyetoran penuh atas nilai tiap-tiap saham yang diambil
bagian oleh Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ayat
(2) ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Keuangan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(4) Ketentuan-ketentuan lain mengenai permodalan PERSERO ditentukan
lebih lanjut dalam Anggaran Dasarnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Master Agreement tersebut dalam Pasal 1 ayat (2), dan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
www.djpp.depkumham.go.id
