Pasal 33
BAB 6 — PENYIDIKAN, PENUNTUTAN, DAN PEMERIKSAAN
(1) Untuk kepentingan pemeriksaan dalam perkara tindak pidana
pencucian uang, maka penyidik, penuntut umum, atau hakim berwenang untuk meminta keterangan dari Penyedia Jasa Keuangan mengenai Harta Kekayaan setiap orang yang telah dilaporkan oleh PPATK, tersangka, atau terdakwa.
(2) Dalam meminta keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), terhadap penyidik, penuntut umum, atau hakim tidak
berlaku ketentuan Undang-undang yang mengatur tentang rahasia bank dan kerahasiaan transaksi keuangan lainnya.
(3) Permintaan keterangan harus diajukan secara tertulis dengan
menyebutkan secara jelas mengenai:
- nama dan jabatan penyidik, penuntut umum, atau hakim;
- identitas setiap orang yang telah dilaporkan oleh PPATK, tersangka, atau terdakwa;
- tindak pidana yang disangkakan atau didakwakan; dan
- tempat Harta Kekayaan berada.
(4) Surat permintaan untuk memperoleh keterangan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) harus ditandatangani oleh:
- Kepala Kepolisian Daerah dalam hal permintaan diajukan oleh penyidik;
- Kepala Kejaksaan Tinggi dalam hal permintaan diajukan oleh penuntut umum;
- Hakim Ketua Majelis yang memeriksa perkara yang bersangkutan.
