Pasal 24
BAB 3 — TENTANG DEWAN MONETER, DIREKSI DAN
(1). Jabatan Ketua Dewan Moneter dipangku oleh Menteri Keuangan, jika beliau tidak ada,
maka Gubernur menggantikannya.
(2). Seorang anggota Dewan Moneter yang dimaksud dalam pasal 23 ayat 1 wajib menunjuk
seorang wakil, yang jika anggota tersebut di atas tidak ada, dengan surat kuasa dapat turut serta pada sidang-sidang dan dapat memberikan suara.
(3). Keputusan Dewan Moneter diambil dengan suara terbanyak.
Jika suara sama banyak, maka usul bersangkutan dianggap tidak diterima.
(4). Seorang anggota Dewan Moneter yang kalah suara dalam Dewan itu berhak dalam waktu
satu minggu meminta, supaya pokok pertikaian itu diajukan kepada Dewan Menteri untuk diputuskan. Sambil menunggu keputusan Dewan Menteri, maka selanjutnya seorang anggota dapat meminta, supaya keputusan yang diambil oleh Dewan Moneter itu ditunda pelaksanaannya dan permintaan penundaan itu dikabulkan, kecuali jika Dewan Moneter dalam hal yang sangat mendesak lain keputusannya.
(5) Jika pendapatnya tidak dibenarkan dalam hal yang termaksud dalam ayat 4 pasal ini,
maka Gubernur berhak mengumumkan pendiriannya dalam Berita Negara, jika menurut anggapan Dewan Menteri hal ini tidak bertentangan dengan kepentingan Negara.
(6). Notulen Dewan Moneter adalah rahasia, jika Pemerintah menghendakinya, maka ia dapat
melihatnya.
(7). Dewan Moneter sekurang-kurangnya bersidang sekali empat belas hari dan selanjutnya
setiap kali salah seorang anggota yang mempunyai hak-suara atau yang menjadi penasihat menyatakan keinginannya.
(8). Tata-tertib dan cara menjalankan pekerjaan Dewan Moneter, begitu juga peraturan
selanjutnya tentang perhubungan ke dalam antara Dewan Moneter dan Direksi ditetapkan dalam dua peraturan yang akan disusun oleh Dewan Moneter.
(9). Dewan Moneter mengangkat sendiri seorang sekretaris yang harus warganegara
Indonesia, begitu pula pegawai-pegawai lain dari Dewan Moneter diangkat dan diperhentikan oleh Dewan.
