PP
TATA CARA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, DAN
Pasal 15
BAB 3 — TATA CARA PEMBENTUKAN DAERAH
Pembentukan daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 ayat (3) huruf b dilaksanakan dengan tahapan sebagai
berikut:
- Aspirasi sebagian besar masyarakat setempat dalam bentuk Keputusan BPD untuk Desa dan Forum Komunikasi Kelurahan atau nama lain untuk Kelurahan di wilayah yang menjadi calon cakupan wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang akan dimekarkan.
- Keputusan DPRD kabupaten/kota berdasarkan aspirasi sebagian besar masyarakat setempat;
- Bupati/walikota dapat memutuskan untuk menyetujui atau menolak aspirasi sebagaimana dimaksud dalam huruf a dalam bentuk keputusan bupati/walikota;
- Keputusan masing-masing bupati/walikota sebagaimana dimaksud dalam huruf c disampaikan kepada masing- masing gubernur yang bersangkutan dengan melampirkan:
- Dokumen aspirasi masyarakat; dan
- Keputusan DPRD kabupaten/kota dan keputusan bupati/ walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dan huruf b.
- Dalam hal gubernur menyetujui usulan pembentukan provinsi sebagaimana yang diusulkan oleh bupati/walikota dan berdasarkan hasil kajian daerah, usulan pembentukan provinsi tersebut selanjutnya disampaikan kepada DPRD provinsi yang bersangkutan;
- Setelah adanya keputusan persetujuan dari DPRD provinsi, masing-masing gubernur menyampaikan
usulan . . .
usulan pembentukan provinsi kepada Presiden melalui Menteri dengan melampirkan:
- Hasil kajian daerah;
- Peta wilayah calon provinsi;
- Keputusan DPRD kabupaten/kota dan keputusan bupati/ walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dan huruf b; dan
- Keputusan DPRD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf c dan keputusan gubernur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat
(1) huruf d.
