Pasal 230
BAB 8 — ### KEPELABUHANAN PERIKANAN
(1) Syahbandar di Pelabuhan Perikanan diangkat setelah memiliki surat keterangan tanda lulus pendidikan
dan pelatihan kesyahbandaran dan telah dinyatakan kompeten di bidang kesyahbandaran.
(2) Syahbandar di Pelabuhan Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat oleh menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pelayaran atas usulan Menteri.
(3) Syahbandar di Pelabuhan Perikanan ditempatkan dan ditugaskan di Pelabuhan Perikanan atas usulan
Menteri atau gubernur sesuai dengan kewenangannya.
(4) Pengusulan penempatan dan penugasan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), didasarkan atas pertimbangan:
- kebutuhan akan pelayanan Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan; dan
105 / 177
- dukungan ketersediaan prasarana dan sarana.
(5) Syahbandar di Pelabuhan Perikanan ditempatkan dan ditugaskan oleh Menteri.
(6) Syahbandar di Pelabuhan Perikanan dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dilengkapi dengan
identitas.
(7) Dalam rangka pembinaan dan monitoring kesyahbandaran, Menteri menyampaikan jumlah dan
penetapan lokasi Syahbandar di Pelabuhan Perikanan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pelayaran.
(8) Pembinaan dan monitoring Syahbandar di Pelabuhan Perikanan dilaksanakan bersama antara
Kementerian dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pelayaran.
(9) Tugas dan wewenang Syahbandar di Pelabuhan Perikanan berakhir, apabila:
telah memasuki masa purna tugas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
meninggal dunia; dan
diberhentikan secara hormat atau dengan secara tidak hormat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Paragraf 3
Penerbitan Persetujuan Berlayar
