Pasal 3
1.Istirahat-sakit diberikan oleh. a. PRESIDEN, kepada Ketua Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Ketua Dewan Pengawas Keuangan dan Direktur Kabinet PRESIDEN. b. Menteri, mengenai pegawai-pegawai termasuk dalam lingkungan kekuasaan Kementeriannya. c. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengenai pegawai-pegawai yang diperbantukan kepadanya. d. Ketua Mahkamah Agung, yang mengenai pegawai-pegawai pada Mahkamah itu. e. Ketua Dewan Pengawas Keuangan, yang mengenai pegawai-pegawai pada Dewan itu. f. Direktur Kabinet PRESIDEN, yang mengenai pegawai-pegawai pada Kabinet itu, termasuk pula pegawai Sekretariat
Wakil-PRESIDEN, serta pegawai sipil yang dipekerjakan pada Istana PRESIDEN dan Wakil- PRESIDEN. 2. Apabila dipandang perlu, Menteri dapat menyerahkan kekuasaannya yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini kepada Kepala Jawatan atau, jika mengenai pegawai Kementerian Dalam Negeri, kepada Gubernur. 3. Oleh pembesar-pembesar tersebut dalam ayat 1 dan 2 pasal ini, diadakan catatan-catatan dari setiap istirahat yang diberikan karena sakit.
