Pasal 97
(1) Rapat paripurna memenuhi kuorum apabila:
(tiga perempat) a. dihadiri oleh paling sedikit 3/a dari jumlah Anggota DPRD untuk mengambil persetujuan atas pelaksanaan hak angket dan hak menyatakan pendapat serta untuk mengambil keputusan mengenai usul pemberhentian Kepala Daerah dan/atau wakil Kepala Daerah; (dua pertiga) dari b. dihadiri oleh paling sedikit 2/3 jumlah Anggota DPRD untuk memberhentikan Pimpinan DPRD serta untuk menetapkan Perda dan APBD; atau
- dihadiri oleh lebih dari Ll2 (satu perdua) jumlah Anggota DPRD untuk rapat paripurna selain rapat sebegaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b. (21 Keputusan rapat paripuma sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah apabila:
- disetujui . . .
PRES IOEN
REPUBLIK INDONESIA
- disetqjui oleh paling sedikit 2/3 (drta pertiga) dari jumlah Anggota DPRD yang hadir, untuk rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf a; perdua) jumlah b. disetqjui oleh lebih dari I 12 (satu Anggota DPRD yang hadir, untuk rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf b; atau
- disetujui dengan suara terbanyak, untuk rapat seb"gaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c.
(3) Apabila kuorum sglagaiman4 dimaksud pada ayat (l)
tidak terpenuhi, rapat ditunda paling banyak 2 (dua) kali dengan tenggang waktu masing-masing tidak lebih dari I (satu) jam.
(4) Apabila pada akhir waktu penundaan rapat
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum juga terpenuhi, pimpinan rapat dapat menunda rapat paling lama 3 (tiga) Hari atau sampai waktu yang ditetapkan oleh badan musyawarah. (s) Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum juga terpenuhi, terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b untuk menetapkan APBD, rapat tidak dapat mengambil keputusan dan penyelesaiannya diserahkan kepada Menteri untuk provinsi dan kepada gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk kabupaten/kota.
(6) Apabila .
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
(6) Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (4), kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (l) belum juga terpenuhi, terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf c, pengambilan keputusan diserahkan kepada Pimpinan DPRD dan pimpinan Fraksi. (71 Pengambilan keputusan yang diserahkan kepada Pimpinan DPRD dan pimpinan Fraksi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat.
(8) Dalam hal musyawarah untuk mufakat sebagaimana
dimaksud pada ayat (7) tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
(9) Setiap penundaan rapat, dibuat berita acara
penundaan rapat yang ditandirtangani oleh pimpinan rapat.
