Pasal 18
BAB 4 — PEMBERITAHUAN TERTULIS DAN PENGUMUMAN
(1) Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis mengenai penetapan: a. BPR atau BPR Syariah dalam penyehatan atau dalam resolusi; atau b. BPR atau BPR Syariah keluar dari status pengawasan dalam penyehatan atau dalam resolusi, kepada BPR atau BPR Syariah yang bersangkutan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Bank INDONESIA. (2) Pemberitahuan secara tertulis mengenai penetapan BPR atau BPR Syariah dalam penyehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a kepada BPR atau BPR Syariah yang bersangkutan disertai dengan alasan
penetapan dan tindakan pengawasan yang diwajibkan dilakukan kepada BPR atau BPR Syariah. (3) Pemberitahuan secara tertulis mengenai penetapan BPR atau BPR Syariah dalam penyehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a kepada Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank INDONESIA disertai informasi terkini tindakan pengawasan yang telah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan kepada BPR atau BPR Syariah. (4) Pemberitahuan secara tertulis mengenai penetapan BPR atau BPR Syariah dalam resolusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a kepada Lembaga Penjamin Simpanan disertai dengan permintaan untuk memberikan keputusan menyelamatkan atau tidak menyelamatkan BPR atau BPR Syariah.
