POJK
Peraturan Badan Nomor 16-pojk-03-2014 Tahun 2014 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum...
Pasal 24
BAB 3 — www.djpp.kemenkumham.go.id
(1) Kualitas Aset Produktif dalam bentuk Penempatan Pada Bank Lain ditetapkan sebagai berikut: a. Lancar, apabila:
- bank yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM paling rendah sama dengan rasio KPMM sesuai ketentuan yang berlaku; dan
- tidak terdapat tunggakan pembayaran pokok dan/atau margin/bagi hasil/ujrah/bonus. b. Kurang Lancar, apabila:
- bank yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM paling rendah sama dengan ketentuan yang berlaku; dan
- terdapat tunggakan pembayaran pokok margin/bagi hasil/ ujrah/bonus sampai dengan 5 (lima) hari kerja. www.djpp.kemenkumham.go.id
c. Macet, apabila:
- bank yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM kurang dari rasio KPMM sesuai ketentuan yang berlaku;
- bank yang menerima penempatan telah ditetapkan dan diumumkan sebagai bank dengan status dalam pengawasan khusus (special surveillance) yang dibekukan kegiatan usaha tertentu;
- bank yang menerima penempatan ditetapkan sebagai bank yang dicabut izin usahanya; dan/atau
- terdapat tunggakan pembayaran pokok margin/bagi hasil/ ujrah/bonus lebih dari 5 (lima) hari kerja. (2) Kualitas Aset Produktif dalam bentuk Penempatan Pada Bank Lain berupa Pembiayaan kepada BPRS dalam rangka linkage program dengan pola executing digolongkan sebagai berikut: a. Lancar, apabila:
- BPRS yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM paling rendah sama dengan rasio KPMM sesuai ketentuan yang berlaku; dan
- tidak terdapat tunggakan pembayaran pokok dan/atau margin/bagi hasil/ujrah. b. Kurang Lancar, apabila:
- BPRS yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM paling rendah sama dengan rasio KPMM sesuai ketentuan yang berlaku; dan
- terdapat tunggakan pembayaran pokok margin/bagi hasil/ujrah sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja. c. Macet, apabila:
- BPRS yang menerima penempatan memiliki rasio KPMM kurang dari rasio KPMM sesuai ketentuan yang berlaku;
- BPRS yang menerima penempatan telah ditetapkan dan diumumkan sebagai BPRS dengan status dalam pengawasan khusus (special surveillance) atau BPRS telah dikenakan sanksi pembekuan seluruh kegiatan usaha;
- BPRS yang menerima penempatan ditetapkan sebagai BPRS yang dicabut izin usahanya; dan/atau
- terdapat tunggakan pembayaran pokok margin/bagi hasil/ujrah lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja. www.djpp.kemenkumham.go.id
