PMK
PENILAIAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
Pasal 4
(1) NJOP Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3)
huruf a merupakan hasil perkalian antara total luas areal objek pajak dengan NJOP Bumi per meter persegi.
(2) NJOP Bumi per meter persegi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) atas objek pajak berupa tanah merupakan hasil konversi NIR per meter persegi yang diperoleh dari proses penilaian tanah ke dalam klasifikasi NJOP Bumi.
(3) NJOP Bumi per meter persegi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) atas objek pajak berupa areal perairan pedalaman untuk:
- usaha bidang perikanan berupa areal pembudidayaan ikan adalah sebesar nilai jual pengganti; dan
- kepentingan pelabuhan, industri, lapangan golf serta tempat rekreasi adalah sebesar nilai jual yang ditentukan berdasarkan korelasi garis lurus ke samping dengan klasifikasi NJOP permukaan bumi berupa tanah di sekitarnya.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai klasifikasi NJOP Bumi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan Kepala Daerah.
