Pasal 29
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juli 2025
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
SRIDitandatanganiMULYANIsecara elektronikINDRAWATI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal Д
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA,
Ѽ
DHAHANA PUTRA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR Ж
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 55 TAHUN 2025
TENTANG
TATA CARA PELAKSANAAN KEGIATAN SUBSIDI
BUNGA/SUBSIDI MARGIN KREDIT INDUSTRI PADAT KARYA
A. CONTOH RENCANA TARGET PENYALURAN
- DATA TARGET PENYALURAN
RENCANA TARGET PENYALURAN
TAHUN 0 (T-0) TAHUN 1 (T+1) TAHUN 2 (T+2) TAHUN 3 (T+3) JUMLAH
WILAYAH NO PROVINSI Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Nominal Jumlah Jumlah Tingkat Nominal Jumlah Jumlah Tingkat Nominal Jumlah Jumlah Tingkat Nominal Jumlah Jumlah Tingkat Nominal Jumlah Jumlah Tingkat (Rp/M) Debitur Mesin Bunga/ (Rp/M) Debitur Mesin Bunga/ (Rp/M) Debitur Mesin Bunga/ (Rp/M) Debitur Mesin Bunga/ (Rp/M) Debitur Mesin Bunga/ Margin Margin Margin Margin Margin
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22)
1
2
3
4
5
6 dst….
JUMLAH Keterangan (T-0) Tahun Penyaluran
(T+1) 1 tahun setelah Tahun Penyaluran
(T+2) 2 tahun setelah Tahun Penyaluran
(T+3) 3 tahun setelah Tahun Penyaluran
PETUNJUK PENGISIAN
DATA TARGET PENYALURAN
No. URAIAN
(1) Diisi dengan nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal target penyaluran pada Tahun Penyaluran
(4) Diisi dengan jumlah debitur pada Tahun Penyaluran
(5) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai pada Tahun Penyaluran
(6) Diisi dengan indikasi tingkat bunga/margin pada Tahun Penyaluran
(7) Diisi dengan nominal target penyaluran satu tahun setelah Tahun
Penyaluran
(8) Diisi dengan jumlah debitur satu tahun setelah Tahun Penyaluran
(9) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai satu tahun setelah Tahun
Penyaluran
(10) Diisi dengan indikasi tingkat bunga/margin satu tahun setelah
Tahun Penyaluran
(11) Diisi dengan nominal target penyaluran dua tahun setelah Tahun
Penyaluran
(12) Diisi dengan jumlah debitur dua tahun setelah Tahun Penyaluran
(13) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai dua tahun setelah Tahun
Penyaluran
(14) Diisi dengan indikasi tingkat bunga/margin dua tahun setelah Tahun
Penyaluran
(15) Diisi dengan nominal target penyaluran tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(16) Diisi dengan jumlah debitur tiga tahun setelah Tahun Penyaluran
(17) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(18) Diisi dengan indikasi tingkat bunga/margin tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(19) Diisi dengan jumlah nominal target penyaluran satu – tiga tahun
setelah Tahun Penyaluran
(20) Diisi dengan jumlah debitur satu – tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(21) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai satu – tiga tahun setelah
Tahun Penyaluran
(22) Diisi dengan indikasi tingkat bunga/margin satu – tiga tahun setelah
Tahun Penyaluran
- DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
DUA TAHUN SATU TAHUN TAHUN PENYALURAN
SEBELUM TAHUN SEBELUM TAHUN TAHUN BERJALAN WILAYAH
NO BERJALAN BERJALAN T-1 T-0 T+1 T+2 T+3 PROVINSI
Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
1
2
3
4
5
6 dst
JUMLAH
Keterangan (T-1) 1 tahun sebelum Tahun Penyaluran (T-0) Tahun Penyaluran (T+1) 1 tahun setelah Tahun Penyaluran (T+2) 2 tahun setelah Tahun Penyaluran (T+3) 3 tahun setelah Tahun Penyaluran
PETUNJUK PENGISIAN
DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
No. URAIAN
(1) Diisi nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal tagihan subsidi dua tahun sebelum tahun
berjalan/tahun pada saat penyusunan RTP
(4) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi dua tahun sebelum
tahun berjalan/tahun pada saat penyusunan RTP
(5) Diisi dengan nominal tagihan subsidi satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun pada saat penyusunan RTP
(6) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi satu tahun sebelum
tahun berjalan/tahun pada saat penyusunan RTP
(7) Diisi dengan nominal tagihan subsidi pada tahun berjalan/tahun
saat penyusunan RTP
(8) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi pada tahun
berjalan/tahun saat penyusunan RTP
(9) Diisi dengan nominal tagihan subsidi satu tahun sebelum Tahun
Penyaluran
(10) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi satu tahun sebelum
Tahun Penyaluran
(11) Diisi dengan nominal tagihan subsidi pada Tahun Penyaluran
(12) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi pada Tahun
Penyaluran
(13) Diisi dengan nominal tagihan subsidi satu tahun setelah Tahun
Penyaluran
(14) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi satu tahun setelah
Tahun Penyaluran
(15) Diisi dengan nominal tagihan subsidi dua tahun setelah Tahun
Penyaluran
(16) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi dua tahun setelah
Tahun Penyaluran
(17) Diisi dengan nominal tagihan subsidi tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(18) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi tiga tahun setelah
Tahun Penyaluran
- DATA KINERJA PENYALURAN
DUA TAHUN SEBELUM TAHUN BERJALAN SATU TAHUN SEBELUM TAHUN BERJALAN TAHUN BERJALAN
PENYALURAN BAKI DEBET TING PENYALURAN BAKI DEBET TING PENYALURAN BAKI DEBET TING
KAT KAT KAT
WILAYAH NPL NPL NPLNO Nominal Nominal Juml Nominal Juml Nominal Juml Nominal Juml Nominal Juml Juml PROVINSI Juml Juml Juml Juml Juml (%) (%) (%) Jumlah ah ah ah ah ah ah ah Modal Inves Debitur Modal Inves Debit ah (10) Modal Inves Debit ah Modal Inves Debit ah (10) Moda Inves Debit ah Modal Inves Debit Mesi (10) Mesin Mesin Mesin Mesin Mesin Kerja tasi Kerja tasi ur Kerja tasi ur Kerja tasi ur l tasi ur Kerja tasi ur n Kerja
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29)
1
2
3
4
5
6 dst
JUMLAH
PETUNJUK PENGISIAN
DATA KINERJA PENYALURAN
No. URAIAN
(1) Diisi dengan nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal penyaluran untuk modal kerja yang telah disalurkan
dua tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(4) Diisi dengan nominal penyaluran untuk investasi yang telah disalurkan
dua tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(5) Diisi dengan jumlah debitur yang menerima penyaluran dua tahun
sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(6) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai dua tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(7) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk modal
kerja yang telah disalurkan dua tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(8) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk investasi
yang telah disalurkan dua tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(9) Diisi dengan jumlah debitur yang masih memiliki Baki Debet/outstanding
penyaluran dua tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(10) Diisi dengan jumlah Mesin yang belum dilunasi dua tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(11) Diisi dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) dua tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(12) Diisi dengan nominal penyaluran untuk modal kerja yang telah disalurkan
satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(13) Diisi dengan nominal penyaluran untuk investasi yang telah disalurkan
satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(14) Diisi dengan jumlah debitur yang menerima penyaluran satu tahun
sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(15) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(16) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk modal
kerja yang telah disalurkan satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(17) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk investasi
yang telah disalurkan satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(18) Diisi dengan jumlah debitur yang masih memiliki Baki Debet/outstanding
penyaluran satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(19) Diisi dengan jumlah Mesin yang belum dilunasi satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(20) Diisi dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(21) Diisi dengan nominal penyaluran untuk modal kerja yang telah disalurkan
pada tahun berjalan
(22) Diisi dengan nominal penyaluran untuk investasi yang telah disalurkan
pada tahun berjalan
(23) Diisi dengan jumlah debitur yang menerima penyaluran pada tahun
berjalan
(24) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai pada tahun berjalan
(25) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk modal
kerja yang telah disalurkan pada tahun berjalan
(26) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk investasi
yang telah disalurkan pada tahun berjalan
(27) Diisi dengan jumlah debitur yang masih memiliki Baki Debet/outstanding
penyaluran pada tahun berjalan
(28) Diisi dengan jumlah Mesin yang belum dilunasi pada tahun berjalan
(29) Diisi dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) tahun berjalan
B. CONTOH PERHITUNGAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN KIPK
Formula Penghitungan Subsidi Bunga/Subsidi Margin KIPK:
% Subsidi X Baki Debet KIPK X hari bunga/hari margin
360 Keterangan: • % Subsidi adalah besaran Subsidi Bunga/Subsidi Margin (persen). • Baki Debet KIPK adalah sisa pokok pinjaman/sisa pokok pembiayaan yang wajib dibayar kembali oleh Penerima KIPK kepada Penyalur KIPK. • Hari bunga/hari margin merupakan jumlah hari dalam satu periode penagihan Subsidi Bunga/Subsidi Margin dimana Baki Debet KIPK tidak berubah.
Contoh Perhitungan: Subsidi Bunga: 5% p.a Periode Tagihan: 1 Maret 2025 s.d 31 Maret 2025 Jenis Tanggal Tanggal Plafon Nilai Baki Debet Hari Subsidi Trans Transaksi Akhir Transaksi Bunga/ Bunga/Subsidi aksi Periode Hari Margin Tagihan Margin Penya 05 Mar 31 Mar 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000 27 =5% X 1.000.000.000 X 27 luran 2025 2025 360 = 3.750.000 Kredit
Periode Tagihan: 1 April 2025 s.d 31 April 2025 Jenis Tanggal Tanggal Plafon Nilai Baki Debet Hari Subsidi Transa Transaksi Akhir Transaksi Bunga/Hari Bunga/Subsidi ksi Periode Margin Margin Tagihan Cicilan 06 Apr 30 Apr 1.000.000.000 50.000.000 950.000.000 5 =5% X1.000.000.000 X 5 Kredit 2025 2025 360 = 694.444
25 5% X 950.000.000 X 25
= 360 = 3.298.611 (hasil penghitungan dibulatkan rupiah terdekat)
C. CONTOH SURAT PERMOHONAN PEMBAYARAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI
MARGIN KIPK
KOP SURAT
Nomor : …………(1) …………….(2) Lampiran : ………...(3) Hal : Permohonan Pembayaran Subsidi Bunga/Margin Kredit Industri Padat Karya ………. (4)
Yth. Kuasa Pengguna Anggaran KIPK di tempat ……….(5)
Sehubungan dengan pelaksanaan program Kredit Industri Padat Karya oleh ……..(6), dengan ini kami mengajukan tagihan Subsidi Bunga/Subsidi Margin sebagai berikut:
- Periode : …..(7)
- jumlah tagihan : …(8) Pencairan atas tagihan tersebut mohon untuk ditransfer ke rekening kami di: Nama pemilik rekening : …….(9) Nomor Rekening : ……. (10) Pada Bank : …….. (11)
NPWP : ……...(12)
Kebenaran data penyaluran dan data pendukung yang terlampir dalam surat ini merupakan tanggung jawab kami sepenuhnya.
Demikian permohonan kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
……..(13)………… Direksi,
……..(14)………
PETUNJUK PENGISIAN
SURAT PERMOHONAN PEMBAYARAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
KIPK
No. URAIAN
(1) Diisi dengan nomor surat permohonan
(2) Diisi dengan tempat dan tanggal surat permohonan
(3) Diisi dengan jumlah lampiran surat permohonan
(4) Diisi dengan hal surat permohonan
(5) Diisi dengan jabatan dan tempat kedudukan tujuan
(6) Diisi dengan nama Penyalur KIPK
(7) Diisi dengan periode bulan tagihan
(8) Diisi dengan jumlah total nominal tagihan dalam angka dan dalam
huruf
(9) Diisi dengan nama rekening Penyalur KIPK
(10) Diisi dengan nomor rekening Penyalur KIPK
(11) Diisi dengan nama bank tempat rekening Penyalur KIPK
(12) Diisi dengan nomor pokok wajib pajak Penyalur KIPK
(13) Diisi dengan nama Penyalur KIPK
(14) Diisi dengan nama penandatangan
D. CONTOH RINCIAN TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN KIPK
RINCIAN TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
KREDIT INDUSTRI PADAT KARYA
…. (1) Periode Tagihan : …….. (2)
NO. KODE URAIAN SUBSEKTOR JUMLAH NILAI SUBSIDI
SUB (4) DEBITUR (Rp)
SEKTOR (5) (6)
(3)
1 2 3 Dst
Jumlah (7) Tagihan
……(8)…… Direksi,
(……………..(9)……………)
Keterangan: Kode dan uraian sektor mengacu pada referensi yang terdapat dalam SIKP
PETUNJUK PENGISIAN
RINCIAN TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN KIPK
No. URAIAN
(1) Diisi dengan nama Penyalur KIPK
(2) Diisi dengan bulan dan tahun periode tagihan
(3) Diisi dengan kode subsektor sesuai referensi pada SIKP
(4) Diisi dengan uraian subsektor sesuai referensi pada SIKP
(5) Diisi dengan jumlah debitur
(6) Diisi dengan tagihan nilai Subsidi Bunga/Subsidi Margin KIPK
(7) Diisi dengan jumlah tagihan nilai Subsidi Bunga/Subsidi Margin
KIPK
(8) Diisi dengan nama Penyalur KIPK
(9) Diisi dengan nama direksi Penyalur KIPK
E. RENCANA TARGET PENYALURAN TAHUN 2025
- DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN TAHUN 2025
DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
TAHUN PENYALURAN
TAHUN BERJALAN WILAYAHNO T-1 T-0 T+1 T+2 T+3 PROVINSI
Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal (Rp/M) Jumlah Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
1
2
3
4
5
6 DST
JUMLAH
Keterangan (T-1) 1 tahun sebelum Tahun Penyaluran (T-0) Tahun Penyaluran (T+1) 1 tahun setelah Tahun Penyaluran (T+2) 2 tahun setelah Tahun Penyaluran (T+3) 3 tahun setelah Tahun Penyaluran
PETUNJUK PENGISIAN
DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN TAHUN 2025
No. URAIAN
(1) Diisi nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal tagihan subsidi pada tahun berjalan/tahun saat
penyusunan RTP
(4) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi pada tahun
berjalan/tahun saat penyusunan RTP
(5) Diisi dengan nominal tagihan subsidi satu tahun setelah Tahun
Penyaluran
(6) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi satu tahun setelah
Tahun Penyaluran
(7) Diisi dengan nominal tagihan subsidi dua tahun setelah Tahun
Penyaluran
(8) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi dua tahun setelah
Tahun Penyaluran
(9) Diisi dengan nominal tagihan subsidi tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(10) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi tiga tahun setelah
Tahun Penyaluran
- DATA KINERJA PENYALURAN TAHUN 2025
TAHUN BERJALAN
PENYALURAN BAKI DEBET TINGKAT
WILAYAH NO NPL (%)
PROVINSI Nominal Nominal Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah (10) Debitur Mesin Debitur Mesin Modal Investasi Modal Investasi Kerja Kerja
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1
2
3
4
5
6 dst….
JUMLAH
PETUNJUK PENGISIAN
DATA KINERJA PENYALURAN TAHUN 2025
No. URAIAN
(1) Diisi dengan nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal penyaluran untuk modal kerja yang telah disalurkan
pada tahun berjalan
(4) Diisi dengan nominal penyaluran untuk investasi yang telah disalurkan
pada tahun berjalan
(5) Diisi dengan jumlah debitur yang menerima penyaluran pada tahun
berjalan
(6) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai pada tahun berjalan
(7) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk modal
kerja yang telah disalurkan pada tahun berjalan
(8) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk investasi
yang telah disalurkan pada tahun berjalan
(9) Diisi dengan jumlah debitur yang masih memiliki Baki Debet/outstanding
penyaluran pada tahun berjalan
(10) Diisi dengan jumlah Mesin yang belum dilunasi pada tahun berjalan
(11) Diisi dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) tahun berjalan
F. RENCANA TARGET PENYALURAN TAHUN 2026
- DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN TAHUN 2026
DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN
SATU TAHUN TAHUN PENYALURAN
SEBELUM TAHUN TAHUN BERJALAN WILAYAH
NO BERJALAN T-1 T-0 T+1 T+2 T+3 PROVINSI
Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah Nominal Jumlah (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur (Rp/M) Debitur
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
1
2
3
4
5
6 dst
JUMLAH
Keterangan (T-1) 1 tahun sebelum Tahun Penyaluran (T-0) Tahun Penyaluran (T+1) 1 tahun setelah Tahun Penyaluran (T+2) 2 tahun setelah Tahun Penyaluran (T+3) 3 tahun setelah Tahun Penyaluran
PETUNJUK PENGISIAN
DATA TAGIHAN SUBSIDI BUNGA/SUBSIDI MARGIN TAHUN 2026
No. URAIAN
(1) Diisi nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal tagihan subsidi pada tahun berjalan/tahun
saat penyusunan RTP
(4) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi pada tahun
berjalan/tahun saat penyusunan RTP
(5) Diisi dengan nominal tagihan subsidi pada Tahun Penyaluran
(6) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi pada Tahun
Penyaluran
(7) Diisi dengan nominal tagihan subsidi satu tahun setelah Tahun
Penyaluran
(8) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi satu tahun setelah
Tahun Penyaluran
(9) Diisi dengan nominal tagihan subsidi dua tahun setelah Tahun
Penyaluran
(10) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi dua tahun setelah
Tahun Penyaluran
(11) Diisi dengan nominal tagihan subsidi tiga tahun setelah Tahun
Penyaluran
(12) Diisi dengan jumlah debitur penerima subsidi tiga tahun setelah
Tahun Penyaluran
- DATA KINERJA PENYALURAN TAHUN 2026
SATU TAHUN SEBELUM TAHUN BERJALAN TAHUN BERJALAN
PENYALURAN BAKI DEBET PENYALURAN BAKI DEBET
WILAYAH NO Nominal Nominal TINGKAT Nominal Nominal TINGKAT PROVINSI Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah NPL (%) Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah NPL (%) Modal Investasi Debitur Mesin Modal Debitur Mesin (10) Modal Investasi Debitur Mesin Modal Investasi Debitur Mesin (10) Investasi Kerja Kerja Kerja Kerja
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1
2
3
4
5
6 dst
JUMLAH
PETUNJUK PENGISIAN
DATA KINERJA PENYALURAN TAHUN 2026
No. URAIAN
(1) Diisi dengan nomor urut
(2) Diisi dengan provinsi yang akan disalurkan
(3) Diisi dengan nominal penyaluran untuk modal kerja yang telah disalurkan
satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(4) Diisi dengan nominal penyaluran untuk investasi yang telah disalurkan
satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(5) Diisi dengan jumlah debitur yang menerima penyaluran satu tahun
sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(6) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(7) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk modal
kerja yang telah disalurkan satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(8) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk investasi
yang telah disalurkan satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(9) Diisi dengan jumlah debitur yang masih memiliki Baki Debet/outstanding
penyaluran satu tahun sebelum tahun berjalan/tahun penyusunan RTP
(10) Diisi dengan jumlah Mesin yang belum dilunasi satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(11) Diisi dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) satu tahun sebelum tahun
berjalan/tahun penyusunan RTP
(12) Diisi dengan nominal penyaluran untuk modal kerja yang telah disalurkan
pada tahun berjalan
(13) Diisi dengan nominal penyaluran untuk investasi yang telah disalurkan
pada tahun berjalan
(14) Diisi dengan jumlah debitur yang menerima penyaluran pada tahun
berjalan
(15) Diisi dengan jumlah Mesin yang dibiayai pada tahun berjalan
(16) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk modal
kerja yang telah disalurkan pada tahun berjalan
(17) Diisi dengan nominal Baki Debet/outstanding penyaluran untuk investasi
yang telah disalurkan pada tahun berjalan
(18) Diisi dengan jumlah debitur yang masih memiliki Baki Debet/outstanding
penyaluran pada tahun berjalan
(19) Diisi dengan jumlah Mesin yang belum dilunasi pada tahun berjalan
(20) Diisi dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) tahun berjalan
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SRI MULYANI INDRAWATI
