Pasal 25
BAB 4 — PEMBAYARAN DANA SUBSIDI
(1) Pembayaran dana subsidi Jenis BBM Tertentu dan
LPG Tabung 3 Kg serta pendapatan bersih hasil penjualan Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg diperiksa oleh pemeriksa yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri Keuangan.
(3) Besarnya subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG
Tabung 3 Kg serta pendapatan bersih hasil penjualan Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg dalam 1 (satu) tahun anggaran secara final didasarkan pada laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
Pasal26
(1) Dalam hal terdapat selisih kurang pembayaran
subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg antara yang telah dibayar kepada Badan Usaha dan hasil pemeriksaan se bagaimana dimaksud dalam
Pasal 25, kekurangan pembayaran tersebut akan
dibayarkan kepada Badan Usaha sepanjang telah dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.
(2) Dalam hal dana kekurangan pembayaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dianggarkan pada tahun berjalan, dana terse but dapat diusulkan untuk dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran berikutnya.
(3) Dalam hal terdapat selisih lebih pembayaran subsidi
Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg antarayang telah dibayar kepada Badan U saha dan hasil pemeriksaan se bagaimana dimaksud dalam Pasal 25, kelebihan pembayaran tersebut harus segera disetor ke kas negara oleh Badan U saha menggunakan kode akun yang diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal27
(1) Dalam hal terdapat selisih kurang pembayaran PPN
atas penyerahan Jenis BBM Tertentu untuk minyak tanah (kerosene) dan LPG Tabung 3 Kg oleh Badan Usaha kepada Pemerintah yang telah dibayar kepada Direktorat Jenderal Pajak dengan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, selisih kurang pembayaran PPN atas penyerahan Jenis BBM Tertentu untuk minyak tanah (kerosene) dan LPG Tabung 3 Kg
jdih.kemenkeu.go.id
oleh Badan Usaha kepada Pemerintah dibayarkan oleh KPA BUN subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg kepada Direktorat Jenderal Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan sepanjang telah dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.
(2) Dalam hal dana kekurangan pembayaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dianggarkan pada tahun berjalan, dana terse but dapat diusulkan untuk dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran berikutnya.
(3) Dalam hal terdapat selisih lebih pembayaran PPN atas
penyerahan Jenis BBM Tertentu untuk minyak tanah ( kerosene) dan LPG Ta bung 3 Kg oleh Badan U saha kepada Pemerintah yang telah dibayar kepada Direktorat Jenderal Pajak dengan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, kelebihan pembayaran tersebut harus dipindahbukukan dari rekening penerimaan pajak ke rekening kas negara menggunakan kode akun yang diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
