Pasal 24
(1) Jumlah Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai di
lingkungan Direktorat Jenderal sebanyak 6 (enam) Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai.
(2) Nama Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
- Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun;
- Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe;
- Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Tanjung Priok;
- Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Pantoloan;
- Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Sorong; dan
- Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Kupang.
(3) Lokasi dan wilayah operasi Pangkalan Sarana Operasi Bea
dan Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(4) Bagan susunan organisasi Pangkalan Sarana Operasi Bea
dan Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(5) Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai dapat
melaksanakan pengelolaan dan pengoperasian sarana operasi di luar wilayah operasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dalam hal terdapat perintah Direktur Jenderal melalui Direktur yang membidangi penindakan dan penyidikan.
