Pasal 6
(1) Dalam rangka pelaksanaan penugasan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2), PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Indonesia Asahan
Aluminium (Persero), dan/atau badan usaha patungan
menyusun rencana pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan Kawasan Industri Kuala Tanjung.
(2) Dalam rangka penyiapan dokumen rencana
pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan
Kawasan Industri Kuala Tanjung sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan pengadaaan
konsultan melalui penunjukan langsung oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Indonesia Asahan
Aluminium (Persero), dan/atau badan usaha patungan.
(3) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Indonesia
Asahan Aluminium (Persero), dan/atau badan usaha patungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat
www.peraturan.go.id
2018, No.164 -7-
(1) dan ayat (2) menyampaikan permohonan izin usaha
Kawasan Industri Kuala Tanjung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(4) Perizinan yang terkait dengan pembangunan,
pengembangan, dan pengelolaan Kawasan Industri
Kuala Tanjung yang telah diberikan kepada PT
Pelabuhan Indonesia I (Persero) dan PT Indonesia
Asahan Aluminium (Persero) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau badan usaha patungan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), berlaku
sepenuhnya dan/atau dapat dialihkan kepada badan
usaha patungan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
