Pasal 7
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)
(1)
Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu keadaan kejadian di luar
kekuasaan dan kehendak PARA PIHAK yang mengakibatkan Perjanjian Kerja
Sama tidak dapat terlaksana yang berupa:
a. Bencana alam seperti: gempa bumi, angin topan, banjir besar, kebakaran
yang bukan disebabkan kelalaian PIHAK KEDUA;
b. Peperangan;
c. Perubahan kebijakan
moneter, berdasarkan peraturan
Peraturan
Pemerintah.
(2)
Apabila dalam masa perjanjian terjadi keadaan kahar (force majeure),
sehingga tertundanya pelaksanaan kegiatan, maka PIHAK KEDUA harus
memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KESATU paling lambat 4 X
24 jam setelah terjadinya keadaan kahar (force majeure).
(3)
Keadaan kahar (force majeure) harus diketahui oleh pejabat yang berwenang
di tempat terjadinya keadaan kahar (force majeure).
(4)
Bukti terjadinya keadaan kahar (force majeure) dibuktikan dengan Berita
Acara.
