Pasal 17
BAB 3 — PENYUSUNAN
(1) Penyusunan Rancangan UNDANG-UNDANG, Rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan Rancangan Peraturan
dilakukan oleh Pemrakarsa berkoordinasi dengan Biro. (2) Dalam penyusunan Rancangan UNDANG-UNDANG, Rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan Rancangan Peraturan PRESIDEN, Pemrakarsa membentuk panitia antarkementerian dan/atau nonkementerian. (3) Panitia antarkementerian dan/atau nonkementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas unsur Pemrakarsa, unit eselon I terkait, Biro, perwakilan kementerian/lembaga, dan Perancang/Penyusun Peraturan Perundang-undangan. (4) Dalam melakukan penyusunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengikutsertakan ahli hukum,
praktisi, dan/atau akademisi yang menguasai substansi yang diatur dalam Rancangan UNDANG-UNDANG, Rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan Rancangan Peraturan PRESIDEN. (5) Anggota tim wajib menyampaikan laporan kepada dan/atau meminta arahan dari Menteri mengenai perkembangan penyusunan Rancangan Rancangan UNDANG-UNDANG, Rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan Rancangan Peraturan PRESIDEN dan/atau permasalahan yang dihadapi untuk mendapatkan arahan atau keputusan.
